MERASA tak nyaman bertubuh tambun, penyanyi Rio Febrian memutuskan menjalankan diet ketat. Selama tiga bulan, dia menghindari nasi.
Dengan tinggi tubuh 170 sentimeter, Rio merasa tak nyaman dengan bobot tubuh yang sempat menginjak 78 kilogram. Rio mengaku, kegemukan sulit memiliki napas panjang yang dibutuhkan saat menyanyi.
"Saat badan terlalu gemuk, badan rasanya enggak nyaman, nyanyi jadi enggak enak. Pakai baju juga jadi susah," tuturnya saat berkunjung ke kantor
Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Demi menyingkirkan semua rasa tak nyaman tersebut, Rio pun bertekad menjalani diet dan rutin berolahraga.
"Karena mau kurusan, jadi saya niatkan untuk diet. Menjaga makanan, menghindari yang berlemak, makannya yang direbus-rebus saja
dipakein bawang putih. Mengurangi karbohidrat, nasi diganti gandum. Pokoknya kurangi garam, gula, dan minyak. Kalaupun pakai minyak, minyaknya
vegetable oil, jadi masaknya hanya ditumis sebentar saja pakai minyak itu," jelasnya.
Rio pun tak menampik, pada awal menjalani diet merasa sangat tersiksa. Tapi dengan niat yang besar, dia berhasil menjalankan diet.
"Tersiksa
banget awalnya. Dalam tiga bulan pertama itu, ya lemas. Tapi, disiasati dengan ingat tujuannya, mau nyaman saat nyanyi, dan bisa bagus pakai semua baju," katanya.
Tak hanya mengatur pola makan, Rio pun menyertakan olahraga rutin di dalam program penurunan berat badannya.
"Namanya diet
nurunin berat badan, bagaimanapun harus olahraga. Mau makan sebagus apa pun, tapi enggak
exercise tidak akan ada hasilnya, bisa jadi percuma," tutup pria yang membuktikan keampuhan pilates dalam program dietnya.
(Tuty Ocktaviany)