FALKLAND - Pemakaman tentara Argentina yang berada di Kepulauan Falkland dirusak oleh orang tidak dikenal. Setidaknya terdapat lebih dari 200 tentara Argentina yang tewas dan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir itu.
Otoritas Falkland mengutuk aksi pengrusakan ini dan mengatakan pihak kepolisian setempat tengah menyelidiki insiden ini. Keluarga para tentara Argentina yang gugur menyebut aksi pengrusakan ini sebagai tindakan penistaan.
Salah seorang anggota parlemen Falkland Dick Sawle meminta warga Falkland yang mengetahui informasi pengrusakna itu untuk segera melapor ke polisi. "Jelas kami mengutuk tindakan semacam ini dan sangat disesali bahwa kejadian seperti ini dapat terjadi," tegas Sawle, seperti dikutip BBC, Rabu (1/8/2012).
Perwakilan keluarga dari korban perang yang berlangsung pada 1982 itu kabarnya telah melayangkan surat kepada Duta Besar Inggris untuk Argentina John Freeman dan Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman. Mereka meyakini aksi pengrusakan ini terkait dengan sengketa wilayah Argentina-Inggris atas kepulauan Falkland.
"Kami percaya tindakan seperti ini mencerminkan meningkatnya permusuhan oleh kelompok-kelompok tertentu di kalangan warga Inggris yang berpengaruh di wilayah lokal," tulis surat tersebut.
Pemakaman yang terletak di puncak bukit Darwin adalah salah satu fokus perhatian setelah awal 2012 lalu kawasan ini dijadikan tempat upacara untuk memperingati 30 tahun perang Argentina-Inggris.
Sejak lama Argentina dan Inggris telah saling klaim atas Kepulauan Falkland yang juga disebut Argentina dengan nama Malvinas. Argentina bahkan menuding Inggris telah melakukan kolonialisme di wilayah tersebut. Sementara itu, di sisi lain Inggris mengatakan Argentina harus menghormati keinginan penduduk setempat yang menginginkan untuk bergabung dengan Inggris.
"Selama mereka ingin tetap menjadi bagian dari wilayah Inggris, maka hal itu yang akan terjadi," tegas PM Inggris David Cameron.
(Rani Hardjanti)