Sebar Angket, Responden Skripsi Minta Ciuman

, Jurnalis
Kamis 06 September 2012 10:05 WIB
Image: Corbis
Share :

SURABAYA - Pergaulan bisa membentuk watak seseorang. Begitu kurang lebih kesimpulan penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Hasil penelitian yang tertuang dalam skripsi berjudul "Hubungan Gaya Hidup Metroseksual dengan Kecenderungan Menjadi Gay" dilakukan Masrur Yusuf selama enam bulan. Banyak pengalaman menarik yang dialami mahasiswa Psikologi tersebut selama meneliti kehidupan kaum metroseksual tersebut.

"Salah satunya,ada responden yang minta hadiah ciuman karena sudah bersedia diteliti," kata Masrur.

Sebanyak 50 responden yang menjadi subyek penelitian harus menjawab 100 pertanyaan di dalam angket buatannya. Hasilnya cukup mengejutkan. Terdapat korelasi positif antara gaya hidup seorang metroseksual dengan kecenderungan menjadi gay. Menariknya, mereka bukanlah berasal dari kalangan sembarangan. Kebanyakan berasal dari kalangan jetset dengan kisaran usia antara 30-45 tahun.

"Pria atau kaum metroseksual itu memiliki gaya hidup yang narsis, hedonis, dan dandis. Mereka memang dari kalangan yang berduit. Bagi mereka, sudah tidak ada lagi batasan yang membedakan pria dan wanita. Pria ataupun wanita sama saja," jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Arul saat menceritakan hasil penelitiannya di kampus, kemarin.

Arul harus berjibaku dengan segala godaan yang diterimanya. Bahkan, Arul mengakui godaan tersebut hampir membuatnya terlena saat menggali data. Untuk mendapatkan data yang valid, dia harus rajin datang ke mall, gay bar, butik pria, dan tempat-tempat tertentu lainnya.

"Dari 50 responden yang mengisi angket, lebih dari separuhnya meminta "imbalan". Ini yang membuat saya harus pintar-pintar meyakinkan kepada mereka untuk mengisi angket dengan jujur dan benar," ungkap pria kelahiran Gresik, 26 Agustus 1988.

Kesulitan dalam meneliti kasus ini sudah bisa terlihat dari awal. Teman-temannya tidak berani mengambil judul tersebut. Dengan kesulitan itu, Arul mengaku sangat tertantang menyelesaikannya. Dengan modal berani dan jalan dari teman-temannya, akhirnya bisa menyelesaikan penelitian tersebut.

"Kebetulan saya memiliki teman yang merupakan kaum metroseksual. Dari dulu saya memang secara pribadi tertarik dengan kehidupan mereka yang cukup unik. Jadi ini akhirnya memudahkan saya untuk melakukan penelitian," papar dia.

Hasil jerih payahnya pun mulai terlihat. Penelitian yang dilakukan memperoleh IPK 3,38. Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan bisa menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya, persoalan metroseksual akan berakibat buruk kepada kehidupan.

Untuk itu masyarakat jangan sampai terjerumus dalam pergaulan yang salah, apalagi terlalu dalam masuk "jurang" kehidupan metroseksual dan terlibat secara langsung kehidupan kaum gay. Sebab, jika terlalu masuk dalam kehidupan kaum gay maka akan sulit untuk mengembalikan sebagai kehidupan sebelumnya. Namun, jika ingin mengetahui proses kehidupannya tidak akan menjadi masalah yang besar. (arief ardliyanto/koran si)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya