JAKARTA- Partai Gerindra menginginkan agar ketentuan tentang ambang batas untuk calon presiden (Presiden Threshold/PT) diturunkan. Namun, Gerindra belum memastikan angka persentese yang tepat untuk dijadikan patokan ambang batas pencalonan Presiden.
"Kami ingin turun. Jumlahnya nanti didiskusikan bersama-sama, yang penting harus turun," kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Alasan Gerindra mendorong penurunan PT tersebut, karena masyarakat menginginkan pilihan yang tidak sedikit dalam Pilpres mendatang. Sebab, jika PT 20 persen, paling banyak hanya ada dua sampai tiga pasang calon.
"Rakyat mau calon yang lebih banyak. Dengan asumsi, baik calon yang diusung partai atau calon yang bukan dari partai. Kalau lebih banyak maka peluang untuk memiliki pemimpin itu pilihannya lebih banyak," terangnya.
Selain itu, Martin juga membantah adanya wacana yang menyatakan jika seluruh partai anggota setgab koalisi telah bersepakat untuk tidak menurunkan Presiden Threshold guna menjegal pencapresan Prabowo. "Kami tidak terlalu percaya dengan itu, karena partai-partai besar ini orang-orang yang berpikiran luas, jadi tidak mungkin berpikiran sesempit itu. Jadi kita lihat saja nanti," tegasnya.
Bahkan, Martin mengklaim jika mayoritas partai yang ada di parlemen tidak sepakat jika ambang batas presiden tetap diberlakukan sebesar 20 persen. "Partai mana yang bisa maju kalau PT-nya 20 persen. Demokrat sudah melorot, partai mana," ujarnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)