KHARTOUM - Pemerintah Sudan mendesak agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menindak Israel yang dituduh menyerang pabrik senjata di Khartoum. Sudan meminta Israel agar dikecam atas tindakannya.
Menurut Duta Besar Sudan untuk PBB Daffa-Alla Elhag Ali Osman, empat pesawat tempur Israel diketahui memasuki wilayah udara Sudan dan melancarkan serangan ke pabrik tersebut. Serangan itu telah menyebabkan dua orang yang berada di dalam pabrik tewas.
Osman mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan atas ulah Israel. "DK PBB haru mengecam insiden ini. Israel telah melakukan pelanggaran atas perdamaian dan keamanan," tegas Osman, seperti dikutip AFP, Kamis (25/10/2012).
Israel meyakini bahwa Sudan dimanfaatkan sebagai negara rute penyelundupan senjata. Senjata-senjata dari Sudan ini diduga dipasok kepada para pejuang Palestina di Perbatasan Gaza. Senjata itu digunakan untuk menyerang Israel.
Sementara di Khartoum, Menteri Informasi Ahmed Bilal Osman mengaku memiliki bukti bahwa Israel melakukan serangan itu. Bilal tidak memberikan detil mengenai bukti tersebut, tetapi Bilal menuduh Israel mencoba untuk memperlemah kemampuan militer Sudan.
"Tujuan utama mereka adalah memperlemah kemampuan militer kami dan melumpuhkan pengembangan industri senjata kami. Mereka juga ingin memperlemah kedaulatan dan proses pengambilan politik negara ini," imbuh Bilal.
Bilal kembali menegaskan bahwa pihaknya bisa saja melakukan serangan balasan kepada Israel. Namun dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut serangan balasan yang akan dilakukan.
(Fajar Nugraha)