BOSTON - Berita mengenai penangkapan pelaku pengeboman di Boston, Amerika Serikat (AS) dikecam oleh warga Negeri Paman Sam. Warga mencerca berita simpang siur mengenai kabar penangkapan yang akhirnya dibantah oleh FBI.
Sebelumnya berita mengenai penangkapan tersebut diumumkan oleh CNN. Media AS itu mengatakan, pihak berwenang saat ini sudah menangkap pelaku pengeboman. Tetapi pihak FBI dan Kepolisian Boston membantah laporan dari CNN.
Akhirnya, berita yang salah itu mengundang kecaman dari banyak warga. "CNN memicu pembentukan panel kepada Presiden untuk memperbaiki CNN," sindir seorang kolumnis Drew Magary, dalam twitternya, seperti dikutip LA Times, Kamis (18/4/2013).
"CNN: Media berita Twitter," tulis seorang dengan akun @travigster. Banyak dari warga juga menyebutkan bahwa CNN mengetengahkan berita tanpa disertai dengan fakta yang akurat.
Sementara pihak FBI juga memberikan keterangan resmi mengenai pemberitaan simpang siur ini. "Selama beberapa hari terakhir, ada banyak laporan media yang didasarkan dari sumber yang tidak resmi dan tidak akurat," tegas FBI.
"Karena beberapa berita ini seringkali memicu konsekuensi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, kami meminta media untuk bersikap hati-hati dan mencoba untuk memverifikasi informasi yang mereka terima," jelas FBI.
Sebelumnya seorang petugas penyelidik federal AS kepada CNN mengatakan, tersangka berhasil diidentifikasi melalui dua rekaman video yang diambil sesaat bom belum meledak.
Salah satu rekaman video tersebut diambil tidak jauh dari pusat perbelanjaan Lord & Taylor. Sementara rekaman lainnya berasal dari video keamanan yang dimiliki oleh stasiun televisi Boston.
(Fajar Nugraha)