"Saya Pakai Bocoran Jawaban untuk Kerjakan UN"

Andreas Wicaksono, Jurnalis
Senin 22 April 2013 09:51 WIB
Ilustrasi: bocoran kunci jawaban UN. (Foto: dok. Okezone)
Share :

SURABAYA - Ujian nasional (UN) SMA/sederajat di Surabaya, Jawa Timur, ternoda dengan beredarnya kunci jawaban menjelang ujian. Siswa mengatakan, kunci jawaban itu ada yang sudah beredar satu malam sebelum ujian berlangsung.

Pantauan Okezone, kunci jawaban UN beredar di sebuah SMK di Surabaya. Kunci jawaban tersebut merupakan "jawaban" untuk beberapa paket soal ujian Matematika.

Menurut AN, kunci jawaban ini identik dengan soal yang dia kerjakan. AN adalah salah satu siswa peserta UN SMK yang memiliki kunci jawaban itu. AN menjelaskan, tiap hari di sekolahnya beredar semua kunci jawaban UN untuk semua paket mata uji selama empat hari.

Kunci jawaban itu beredar pagi sebelum ujian berlangsung. Bahkan, ada juga kunci jawaban yang beredar semalam sebelum ujian dilaksanakan. Menurut AN, yang mengedarkan adalah seseorang yang tidak dikenal para siswa. Si pengedar masuk ke lingkungan sekolah tanpa ada larangan dari pihak sekolah. Artinya, keberadaan orang ini diketahui atau bisa jadi dikehendaki pihak sekolah.

Orang itu mendatangi kerumunan siswa dan langsung membagikan kunci jawaban tanpa memungut biaya sepeser pun. Siswa yang tertarik langsung menggandakan kunci jawaban itu.

"Selama menempuh UN, bocoran yang paling laku adalah Matematika. Saya hanya memakai bocoran mata pelajaran Matematika untuk membantu menempuh UN," kata AN.

AN mengimbuh, ada dua jenis bocoran kunci jawaban. Selain berupa kunci jawaban per nomor, bocoran juga berbentuk soal UN yang sudah ditandai jawabannya. Jenis ini biasanya beredar satu malam sebelum ujian berlangsung.

Di dalam ruang ujian, para peserta harus pandai membaca situasi. Mereka memafaatkan kelengahan pengawas yang pada satu jam pertama sangat ketat. Ketika pengawas lengah, AN menyelipkan kunci jawaban di antara lipatan soal dan mulai mengerjakan ujian berdasarkan bocoran.

"Satu jam pertama, pengawas mondar-mandir lalu-lalang di sekitar kelas. Terus kalau sudah lewat dari satu jam, pengawas bosan dengan aktivitasnya. Bisa main handphone, berada di luar ruang kelas, atau ada yang tidur di ruang kelas," imbuhnya.

Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menanggapi dingin beredarnya bocoran UN untuk SMA ini. Risma tidak percaya bahwa bocoran itu sesuai dengan soal yang diujikan.

"Saya kok enggak percaya. Di polsek itu gemboknya tiga. Pengamanan soal-soal UN sangat ketat yang tidak mungkin ditembus siapa pun," kata Risma. 

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya