Penyelidik: Pelaku Bom Boston Didorong Sentimen Agama

Fajar Nugraha, Jurnalis
Selasa 23 April 2013 08:52 WIB
Dzhokhar Tsarnaev dirawat (Foto:Daily Mail)
Share :

BOSTON - Pelaku pengeboman di Boston, Amerika Serikat (AS) akhirnya buka mulut atas aksi pengeboman yang dilakukannya. Dzhokhar Tsarnaev mengaku aksi pengeboman tersebut tidak terkait dengan kelompok teroris.

Sejak Minggu 21 April lalu, FBI melakukan interogasi terhadap pemuda berusia 19 tahun itu. Tsarnaev sendiri masih dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di bagian lehernya.

Tsarnaev yang merespons pertanyaan dengan tulisan, dikabarkan bekerja sama dengan pihak berwenang. Dalam interogasi tersebut, tidak ditemukan adanya bukti bahwa Dzhokhar Tsarnaev bersama kakaknya, Tamerlan, memiliki kaitan dengan kelompok teroris.

Dua orang penyelidik AS mengatakan, dari interogasi awal ditemukan bahwa motif pengeboman lomba lari maraton Boston terkait dengan pandangan agama. Mereka jelas tidak terlibat dengan kelompok teroris apapun.

"Penyelidikan awal mencurigai mereka melakukan pengeboman karena motif agama dan tidak terkait jaringan teroris. Kedua kakak-beradik itu berasal dari wilayah selatan Rusia dan menganut Islam," ujar penyelidik itu, seperti CBS News, Selasa (23/4/2013).

Atas tindakan pengebomannya ini Dzhokhar Tsarnaev dihadapkan pada ancaman hukuman mati. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa Tsarnaev bisa juga dihadapkan pada hukuman penjara seumur hidup.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya