BOSTON – Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev semakin berubah radikal sangat mengunjungi Rusia. Di sana dia sering datang ke masjid milik kelompok Salafi di Dagestan.
“Pemikiran bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah negara jahat sering muncul di dalam masjid itu,” ujar seorang warga Dagestan, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/4/2013).
Sekembalinya dari Dagestan, Tsarnaev membuat akun di situs Youtube. Di situs itu dia mengumpulkan video-video dari tokoh Islam radikal, salah satunya adalah Abu Dudzhan yang juga berasal dari Dagestan.
Kelompok Salafi di Dagestan sendiri diawasi secara ketat oleh Pemerintah Rusia. Mereka dianggap memiliki ajaran yang bersifat ekstrim.
“Pemrintah sering menutup masjid yang kami dirikan, namun kami lalu mendirikan masjid di tempat lain,” ujar seorang penganut Salafi di Dagestan.
Sikap radikal Tamerlan berbanding terbalik dengan pilihan keluarganya di Dagestan. Ayah Tamerlan, Anzor, disebut lebih suka datang ke masjid yang lebih moderat.
Tamerlan juga sempat berseberangan dengan komunitas Islam di Boston. Dia sempat membuat keributan di sebuah masjid di Boston karena tidak setuju dengan isi ceramah di masjid itu.