MOSKOW – Ayah pelaku bom Boston, Anzor Tsarnaev, dikabarkan batal pergi ke Amerika Serikat (AS). Sebelumnya pria itu diminta datang untuk membantu penyelidikan petugas.
Istri Anzor, Zubeidat, menyatakan, suaminya batal pergi karena mengalami masalah kesehatan. Dia dibawa dengan mobil ambulans ke rumah sakit pada Kamis 25 April kemarin. Demikian diberitakan CNN, Jumat (26/4/2013).
Anzor memang cukup terpukul setelah mendengar kabar kedua anaknya, Tamerlan dan Dzhokhar, terlibat dalam aksi teror. Dia mengaku Tamerlan berubah radikal setelah bertemu dengan pria misterius bernama Misha.
Sedangkan Zubeidat hingga kini tidak mau mengakui kedua anaknya adalah pelaku bom Boston. Menurutnya, kejadian yang menimpa mereka hanyalah sandiwara untuk menjelek-jelekan Islam dan warga Chechnya.
Zubeidat tidak dapat menggantikan Anzor ke AS karena dia berstatus buronan di negara itu. Saat tinggal di Kota Boston, perempuan itu pernah mencuri barang di sebuah toko.
Sebelumnya, satu delegasi diplomat AS sempat menyambangi rumah keluarga Tsarnaev di Dagestan, Rusia. Mereka datang untuk mewawancarai Anzor dan Zubeidat.