JAKARTA - Sinar Mas melalui anak usahanya, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMART) dan Asia Pulp & Paper (APP) mendukung Kementerian Kehutanan beserta Orangutan Foundation International (OFI) dan Yayasan Orangutan Internasional Kalimantan (YOIK), dalam pelepasliaran 10 individu orangutan di Desa Tanjung Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari program kemitraan antar lembaga (public private partnership) yakni Friends of the Orangutans.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian camp release yang dinamakan Kamp Seluang Mas di Kecamatan Hanau oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Berbentuk kompleks yang terdiri atas tiga bangunan, berupa kantor, asrama serta fasilitas pendukung lainnya yang menjadi pusat pengelolaan kegiatan pelepasliaran.
Kamp yang pembangunannya didukung oleh PT SMART Tbk. ini pada pengujung tahun 2012 lalu, telah diserahterimakan kepada Kementerian Kehutanan. Pembangunan tersebut bertujuan untuk dapat digunakan oleh OFI sebagai poin untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pra dan pasca-lepasliar orangutan.
“Kami harapkan melalui sinergi antara perusahaan, lembaga konservasi dan pemerintah, upaya pelepasliaran yang dilakukan secara berkesinambungan dapat mencapai tujuan terpentingnya, yaitu menjaga kelestarian orangutan di habitat aslinya,” ungkap Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/6/2013).
Program Friends of the Orangutans yang dimulai tahun 2011, dimaksudkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pelestarian orangutan yang digariskan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No P.53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017.
Hal ini meliputi kegiatan lepasliar 40 individu orangutan ke habitat aslinya, pembangunan Kamp Seluang Mas, berikut dukungan bagi perawatan 330 ekor lainnya yang berada di Care Center OFI. Sebelumnya, pada tahun 2011 dan 2012, APP dan SMART juga telah mendukung pelepasliaran sebanyak 11 ekor orangutan.
“Berbeda dengan satwa lain, pelepasliaran orangutan sangat spesifik karena membutuhkan proses reintroduksi yang cukup lama dan terencana. Sementara pemerintah sendiri merencanakan dapat melepasliarkan cukup banyak orangutan hingga batas akhir tahun 2015. Disinilah kami mendorong kemitraan antar lembaga untuk turut mendukung upaya konservasi orangutan,” ujar Menhut, Zulkifli Hasan.
SMART dan perusahaan induknya, Golden Agri-Resources Limited (GAR) bersama APP menempatkan prinsip-prinsip keberlanjutan sebagai dasar kebijakan dalam melakukan operasional perusahaan.
Program konservasi orangutan menjadi salah satu fokus utama yang diterapkan melalui program Friends of the Orangutans. Selain itu, SMART dan APP juga mendapatkan dukungan dari OFI dalam penerapan kebijakan perlindungan satwa liar yang langka dan terancam punah, termasuk pelatihan konservasi orangutan bagi karyawan yang berada di wilayah operasional.
"Kami berterima kasih atas dukungan para mitra, baik pemerintah maupun Sinar Mas yang kami anggap sebagai komitmen strategis, dimana sektor industri berkontribusi langsung dalam pelestarian orangutan melalui sinergi dengan pemerintah dan lembaga konservasi seperti kami,” ujar Presiden Orangutan Internasional (OFI) Birute Mary Galdikas.
(K. Yudha Wirakusuma)