Menlu Singapura Tak Tahu Terkaitnya Sinar Mas dalam Kabut Asap

Fajar Nugraha, Jurnalis
Selasa 25 Juni 2013 10:53 WIB
Asap yang penuhi Kuala Lumpur (Foto: AP)
Share :

SINGAPURA - Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam merespons pertanyaan mengenai keterlibatan dari Sinar Mas atau Golden Agri-Resources dalam aktivitas pembakaran yang diduga disengaja, pada perkebunan kelapa sawit di Sumatera. Pembakaran itu menyebabkan Singapura diselimut kabut asap.

Menurut Shanmugam, dirinya tidak bisa berbicara atas nama perusahaan tersebut karena sudah meninggalkan perusahaan selama hampir satu dekade lalu.

Golden Agri dan Asia Pulp and Paper (APP) adalah perusahaan kelapa sawit dan kertas yang merupakan bagian dari Sinar Mas.  Ketiga perusahaan ini sebelumnya diduga terlibat dalam pembukaan lahan dan pembakaran yang diduga disengaja di Riau. Ketiga perusahaan tersebut telah menolak tuduhan keterlibatannya.

"Saya meninggalkan dewan (direksi) lebih dari 11 tahun lalu. Saya tidak bisa berbicara untuk mereka," ujar Shanmugam, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (25/6/2013).

"Kami akan menunggu bukti dan bertindak berdasarkan bukti yang didapat, seperti yang disarankan oleh Jaksa Agung (Singapura). Keterlibatan saya dengan Sinar Mas dimulai atas permintaan SGX (Bursa Efek Singapura) dan menjadi catatan publik," lanjutnya.

Sebagai pengacara yang dikenal ahli, Shanmugam memiliki kaitan dengan Sinar Mas pada 1996 lalu. Saat itu dirinya diminta oleh SGX untuk menjadi direktur dari sebuah perusahaan yang kini sudah bangkrut, Amcol.

Shanmugam melakukan tugasnya itu bersama dengan manager legal dan mengatur agar perusahaan itu dibeli melalui status pengambilalihan. Sinar Mas muncul sebagai pembeli dan mengubah nama Amcol menjadi Asia Food & Properties (AFP).

Setelah AFP terbentuk, Shanmugam terus bertindak sebagai direktur independen sebagai permintaan dari AFP. Pada 1999, Shamugam juga ditunjuk sebagai Direktur Independen Golden Agri, yang merupakan bagian dari AFP. Shanmugam mundur pada 2001 dan tidak pernah memegang saham, dari perusahaan tersebut.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya