MANILA - Pemerintah Filipina terus berupaya untuk meraih perjanjian damai final dengan kelompok separatis Muslim. Perjanjian ini diharapkan mengakhiri aksi separatisme yang sudah menewaskan puluhan ribu jiwa.
Terobosan baru dalam upaya damai ini adalah kedua pihak sepakat untuk berbagi kekayaan alam yang ada di wilayah Filipina Selatan. Kesepakatan ini diraih antara Pemerintah Filipina dengan kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF).
"Kesepakatan ini mengindikasikan kedua belah pihak berkomitmen untuk meraih kata damai. Tidak ada satu orangpun yang menolak tujuan itu," ujar Ketua Negosiator Pemerintah Filipina Coronel-Ferrel, seperti dikutip AFP, Senin (15/7/2013).
Berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah setuju untuk memberikan 75 persen keuntungan dari produksi sumber daya alam dan mineral, sebagai bagian dari pemerintahan otonomi di Pulau Mindanao. Untuk sumber daya energi, kedua belah pihak sepakat untuk membaginya secara rata menyusul negosiasi yang dimediasi oleh Malaysia.
"Kami selalu optimistis dan selalu dipandu oleh sikap baik dari situasi terjadi saat ini. Kesepakatan ini disetujui oleh kedua belah pihak dan diharapkan dapat membuahkan keuntungan bagi warga," lanjut Ferrel.
Pemerintah Filipina pada awalnya menginginkan keuntungan yang lebih besar, karena menginginkan perjanjian yang sesuai dengan hukum. Kesepakatan damai final dengan MILF diharapkan bisa ditandatangani setelah bulan suci Ramadan.
(Fajar Nugraha)