JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menilai, peran pemuda dan mahasiswa akhir-akhir ini tidak terlalu tampak dalam komunitasnya.
"Mahasiswa sekarang sedang mempunyai masalah internal berkutat pada persoalan kurikulum yang menjadikan waktunya habis terbuang untuk mengontrol penyelenggaraan negara," kata Efendi saat diskusi publik dan buka puasa bersama BEM Se-Jakarta di Universitas Jayabaya, Jakarta, Senin (22/7/2013).
Dia prihatin atas sikap pemuda dan mahasiswa sekarang yang acuh pada persoalan berbangsa dan bernegara saat ini.
"Ada persoalan di sistem negara kita. Sistem kita tidak memberikan kepada anak bangsa untuk memberikan ruang berkarya, sehingga pemuda menjadi kurang peduli," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menambahkan, saat ini partisipasi politik pemuda sangat diperlukan. Pemuda juga harus terlibat dalam politik.
"Mahasiswa harusnya ikut berperan dalam tahapan Pemilu. Sekarang saatnya mahasiswa ikut terlibat dalam proses Pemilu," ungkapnya.
Menurut Taufik, mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk mengoreksi. Mahasiswa perlu mengontrol agar penyelenggaran Pemilu berjalan dengan baik.
"Dengan mengoptimalkan kemunculan kaum muda dalam politik, serta dibarengi oleh sebuah semangat perubahan yang diusung, efektifitas sistem multi partai yang merupakan realitas di Indonesia akan secara utuh terwujud," pungkasnya.
(Tri Kurniawan)