JAKARTA - Pembayaran Program Simpanan Kartu Keluarga Sejahtera terus dilakukan. Hari ini giliran masyarakat Cimahi, Jawa Barat, yang mengantre untuk mendapatkan uang kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini.
Berdasarkan pantauan tim dari Kementerian Sosial, proses pembayaran di kantor pos Cimahi berjalan lancar. “Sampai saat ini sudah mencapai 52,26 persen, dengan jumlah uang keluar Rp. 21.209.200.000 dari total Rp. 40.587.600.000,” kata Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Benny Setianugraha kepada Okezone, Sabtu (29/11/2014).
Benny menjelaskan, hari ini Program Simpanan Kartu Keluarga Sejahtera juga dibayarkan di wilayah Batujajar dan Cililin. “Kendala yang secara teknis tidak ada. Masyarakat mengerti tentang aturan yang terkait dengan penerimaan pembayaran,” sambungnya.
Kendala cuaca, lanjut Benny, yang menjadi hal penting saat ini. Terutama untuk menjangkau warga yang ada di daerah terpencil atau bergunung-gunung.
Namun demikian, Benny menjelaskan, di beberapa daerah realisasi pembayaran telah mencapai lebih dari 90 persen, seperti Margaasih (91.97 persen), Cimahi (92,43 persen), Leuwi Gajah (95,20 persen), Cisangkan (95,31 persen), Rajamandala (94,75 persen). Sementara Kantor Pos Cimahi mempunyai wilayah kerja di 15 Kecamatan.
Irjen Kemensos, Karun ikut memantau pembayaran Program Simpanan Keluarga Sejahtera didampingi kepala kantor pos Cimahi. Menurut Karun, prosedur terkait pembayaran telah disosialisasikan kepada masyarakat.
Terkait adanya "kebijakan" ketua RT/RW terkait pemotongan tetap perlu dimintakan pertanggungjawabannya, apakah benar untuk warga miskin lainnya yang tidak terdaftar. Pihak itjen Kemensos akan melakukan pemantauan di seluruh wilayah Indonesia terkait PSKS ini.
(Dede Suryana)