Effendi enggan muluk-muluk menyebut ideal kursi kabinet yang layak diperoleh PDIP. Pasalnya, itu sudah menjadi kewenangan dan hak prerogatif Presiden.
Namun, ia menegaskan, tidak masalah jika dari jumlah kursi kabinet yang ada separuhnya diduduki oleh orang-orang partai berlambang kepala banteng moncong putih ini.
Karena dengan demikian, lanjut dia, cita-cita PDIP yang dirancang sangat baik untuk membuat perubahan pada bangsa ini bisa terealisasi.
"Kalau separuh memang siapa yang larang. 20 orang juga enggak apa-apa. Misal dengan sisa yang ada, Gubernur BI ditaruh orang PDIP, jangan posisi Jaksa Agung malah dikasih ke orang Surya Paloh," cetusnya.
(Rizka Diputra)