"Di soal anggaran, saya kecewa karena katanya prorakyat, tapi justru BUMN ditambah anggarannya sampai triliunan. Boleh dong saya kecewa. Aya naon? Mindset Jokowi di mana? Katanya prorakyat?" ungkap anggota Komisi V DPR itu.
Ketua Umum Srikandi Partai Hanura tersebut menginginkan agar anggaran yang ada digunakan semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Buat apa? Itu kan bukan program untuk rakyat? Seharusnya KUR, Padat Karya, atau bikin proyek yang multinasional yang menyerap tenaga kerja," tandasnya.
(Misbahol Munir)