BOSTON - Di tengah ruang sidang, Dzokhar Tsarnaev duduk dengan ekspresi dingin dan tenang. Tersangka bom Boston itu selalu seperti itu, memperlihatkan ekspresi wajah yang datar.
Tetapi, hari ini berbeda. Saudara perempuan ibunya turut hadir di sana sebagai saksi mata. Tsarnaev hanya berjarak 3 meter dari saudara dekatnya itu.
Perempuan bernama Patimat Suleimanova itu terus menangis dengan hebat. Dia tidak memedulikan suasana pengadilan yang tenang. Hakim kemudian memintanya berdiri untuk memberikan kesaksian.
Ketika Suleimanova berdiri sambil menangis, sontak tangis Tsarnaev pecah. Buru-buru pria itu menyeka air matanya. Ketenangannya runtuh. Pria berusia 21 tahun itu duduk dengan gelisah di atas kursi terpidana.