JAKARTA - TNI tengah disorot sejumlah media asing terkait dengan kebijakan mereka yang mengharuskan adanya tes keperawanan bagi calon prajurit perempuan. Beberapa media asing tersebut adalah The Guardian, The Independent dan The Sydney Herald Morning.
Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba menilai bahwa tes tersebut adalah bentuk pelecehan terhadap perempuan, "Tes keperawanan tidak menghormati perempuan dan membuat trauma calon prajurit. Selain diskriminatif, tes ini tidak manusiawi," ujarnya, Jumat (15/5/2015).
Irene juga mengaku heran dengan adanya peraturan TNI tentang tes keperawanan tersebut. Baginya, perekrutan seorang prajurit perempuan harusnya bertumpu pada kesehatan klinis, fisik, kecerdasan dan sisi psikologis.
"Hal itu penting untuk menyeleksi orang yang diproyeksi sesuai, mampu atau menunjang tugas-tugas kemiliteran," katanya.
Bagi politikus PDI Perjuangan itu, status keperawanan tidak ada kaitannya dengan kemampuan fisik, kecerdasan dan psikologis seseorang. Atas dasar itulah, syarat tersebut dinilainya terlalu mengada-ada dan tidak diperlukan.
(Abu Sahma Pane)