JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) mengapresiasi upaya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mendamaikan (islah) kepengurusan partai tersebut.
"Soal islah PPP itu tergantung pada Pak JK dan Yasonna (Laoly), kedua tokoh itu paling banyak tahu dan menangani kekisruhan di PPP dan yang mengislahkan PPP. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak JK setelah sukses mengislahkan Golkar lalu mau mengislahkan PPP," kata SDA di Gedung KPK Jakarta, Senin (8/6/2015).
Islah oleh Jusuf Kalla itu awalnya disampaikan oleh Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz yang meminta agar JK tidak hanya mendamaikan dua kubu di Partai Golkar tapi juga di PPP sebagai satu-satunya partai Islam di Indonesia. Jusuf Kalla sendiri mengatakan siap menjadi fasilitator islah atau perdamaian bagi PPP. "Bisa, Insya Allah. Kalau diminta pasti siap saja," kata JK pada 1 Juni 2015.
Namun islah yang diharapkan oleh Surya adalah islah antara Djan Faridz dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, bukan dengan ketum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy alias Romi.