Reshuffle Kabinet Jilid II, Jokowi Harus Berkeputusan Mandiri

Mohammad Saifulloh, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2015 16:59 WIB
Ilustrasi. Dok Okezone
Share :

JAKARTA - Desakan untuk segera melakukan perombakan kabinet (reshuffle) kabinet jilid II mulai mengguat. Beberapa pengamat mengatakan bahwa penggantian menteri merupakan hak Presiden. Presiden dituntut untuk lebih mandiri dalam berkeputusan dan mengedepankan kepentingan negara.

 

“Mengganti menteri-menteri sepenuhnya merupakan hak Presiden. Sebenarnya tidak ada persoalan untuk mengganti pembantu Presiden,” ujar peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez kepada media, Jumat ( 23/10/2015). Menurutnya jika keputusan itu dilakukan, Presiden harus mampu menghadapi tekanan dari dalam terutama jika mengganti menteri-menteri dari partai, bukan dari profesional.

 

Menurut Arya, khusus untuk posisi menteri di bidang hukum sebaiknya memang bukan dari orang partai. “Menteri dalam bidang hukum, idealnya bukan dari orang partai karena dikhawatirkan ada konflik kepentingan,” kata Arya. Sebagai menteri yang juga mengurus partai, dia juga harus melakukan verifikasi partai dan juga mengurus keabsahan partai .

 

Menurut Arya kondisi ini (reshuffle) memang tidak mudah bagi Jokowi sebagai Presiden, karena akan ada goncangan-goncangan di internal. “Tapi dia harus memilih apakah kabinet ini akan menjadi kabinet partai atau kabinet kerja,” kata Arya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan bahwa sebagai Presiden, Jokowi dituntut untuk lebih mandiri dalam berkeputusan dan mengedepankan kepentingan negara.

“Kemampuan leadership seorang Presiden diuji di sini. Presiden harus lebih berdaya dan lebih mandiri dalam berkeputusan dalam hal apapun, baik dalam soal ekonomi maupun politik termasuk pergantian kabinet,” kata Emrus.

Kabar Presiden Joko Widodo akan merombak kabinet untuk kedua kalinya kian kencang terdengar. Jokowi diyakini akan melakukan reshuffle jilid II dalam waktu dekat, paling lambat pada Desember usai pagelaran Pilkada serentak nanti.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut akan mendapatkan jatah dalam reshuffle kali ini. Wajar saja, PAN telah menyatakan dukungan kepada pemerintah, namun belum mendapatkan tempat di kabinet kerja Jokowi-JK. PAN sendiri sudah mendengar kabar jika reshuffle jilid II akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Jika tidak November, Jokowi akan mengganti sejumlah menteri di kabinetnya pada Desember.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya