SURABAYA - Berbagai cara dilakukan untuk menyemarakkan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, salah satunya adalah dengan terapi ketawa. Tradisi unik ini dilakukan oleh para lansia di Griya Lanjut Usia Santo Yosef, untuk melepaskan kepenatan beban hidup di masa senja. Bahkan, sambil memakai kebaya, mereka dengan lepas tertawa dalam perayaan tersebut.
Dimulai dengan senam pemanasan, para lansia ini sungguh-sungguh menikmati masa tuanya. Selanjutnya dimulailah terapi ketawa, seperti seorang menarik busur panah lalu dilepaskan dengan tertawa. Tahap berikutnya adalah bertepuk tangan lalu diakhiri dengan tertawa lepas.
Bukan itu saja, terapi tertawa juga ada yang menuangkan minuman dalam gelas dan diakhiri dengan tertawa lepas pula. Yang unik, ada terapi memaki-maki, namun selanjutnya diisi dengan saling memaafkan dan diakhiri dengan tertawa lepas.
Sirnawati, salah seorang lansia menuturkan, di Hari Ibu ini para lansia mendambakan hidup damai , suka cita dan rukun dengan sesame. Dengan terapi ketawa yang sedang dilakukan, Sirnawati melanjutkan, bisa melepaskan kepenatan hidup di masa tua.
“Ini positif sekali, kami memang mendambakan hidup damai di hari tua,” ungkap Sirnawati, Selasa (22/12/2015).
Sementara itu, Maria Sitanggang, salah seorang perawat lansia mengungkapkan, di Hari Ibu para lansia bisa tetap ceria meski jauh dari keluarga. Untuk menjaga hal tersebut, salah satunya adalah dengan metode terapi ketawa.
“Semoga omah dan opah (panggilan untuk lansia) bisa berbahagia dengan terapi ini,” tutur Maria.
(Khafid Mardiyansyah)