Pascabom Sarinah, Umat Muslim Diminta Tak Anti Produk Asing

, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 11:41 WIB
Foto ilustrasi pusat belanja produk asing (foto: Okezone)
Share :

MEDAN - Masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, diharapkan untuk tidak bersikap antipati terhadap produk asing yang dipasarkan di Indonesia.

Pengamat sosial budaya dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Ansari Yamamah, Sabtu (16/1/2016), dikutip Waspada Online mengatakan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terbuka dalam hal perdagangan.

“Katakanlah dalam dunia persaingan bisnis yang bebas saat ini, semua produk bisa bebas masuk dan keluar. Kalau produk kita diantipati sama negara lain, justru merusak hubungan antar negara,” katanya seraya mengingatkan kepada umat Islam untuk bijak memilih produk yang aman dikonsumsi sesuai dengan keyakinan.

“Kalau dalam Islam sudah jelas. Kalau ragu ya tinggalkan, kalau halal ya dikonsumsi,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut Ansari mengatakan, sikap antipati terhadap produk asing tersebut dinilai tidak baik. Hal itu dikarenakan Indonesia belum mampu menciptakan produk alternarif yang setara dengan produk asing yang dipasarkan.

“Kalau kita mampu menciptakan produk-produk yang setara atau lebih bagus, justru ini bisa menjadi persaingan sehat secara ekonomi. Sehingga masyarakat tidak perlu antipati,” katanya.

Sikap antipati tersebut justru akan menimbulkan kebencian yang akan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan tersebut. Ia berharap umat Islam dapat memegang teguh ketentuan agama dalam hal konsumsi makanan ataupun minuman.

Ia juga mengajak masyarakat untuk belajar menyukai produk buatan dalam negeri. Ia mencontohkan, produk kopi yang dihasilkan di Indonesia bahkan dijual ke luar negeri sebagai bahan baku perusahaan pembuat minuman kopi. Sayangnya Indonesia sendiri belum mampu mengolah dan mengemas kopi yang layak jual secara internasional.

Terkait insiden pengeboman yang terjadi di Jakarta kemarin, ia berharap masyarakat Indonesia untuk tidak terpengaruh terhadap adanya provokasi-provokasi yang memanfaatkan keadaan saat ini.

“Jangan terpengaruh, jangan merasa ada kebencian dan permusuhan. Jadilah bangsa yang bisa berpikir tenang, jernih, dan mengedepankan nilai-nilai local wisdom dan kemanusiaan,” tuturnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya