DEPOK - Menjadi perempuan di era modern saat ini sudah hal yang lumrah jika harus membagi waktu antara pekerjaan, rutinitas karir, serta keluarga. Perempuan tetap harus meneladani semangat Kartini yang tangguh dan sukses di setiap kiprah perjalanan hidupnya.
Mengenal sosok perempuan sukses di dunia karir, infrastruktur, serta membangun keluarga adalah Irawati Hermawan. Perempuan yang menjabat sebagai CEO and Managing Partner di Hermawan Juniarto Lawyer ini tidak lupa dengan kodratnya sebagai ibu rumah tangga.
Ia juga sukses menjabat sebagai Anggota Kadin Indonesia menjabat Ketua Komite Organisaasi Internasional Timur tengah dan OKI. Ia juga aktif dalam Ikatan Alumni FH Universitas Padjajaran serta menjabat sebagai Wakil Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
“Perempuan zaman sekarang beda dengan zaman dulu dimana membagi waktu dengan keluarga bukan lagi menjadi masalah, justru harus seimbang dengan karir dan prestasi. Perempuan tak hanya bekerja atau punya perusahaan, punya bisnis dan membuka lapangan kerja bagi perempuan lainnya. Namun tetap harus seimbang dan menyadari kodrat sebagai perempuan dan istri,” kata Irawati, Rabu (20/4/2016).
Menurutnya, kunci kesuksesan perempuan tetap dapat menyeimbangkan karir dan membangun keluarga adalah komunikasi. Ia terbantu dengan pesatnya era gadget saat ini yang memudahkan komunikasi dengan keluarga ataupun pegawai dan teman-teman organisasinya.
“Sekarang kan komunikasi banyak banget teknologinya. Belum lagi ada media sosial, komunikasi dan grup WhatsApp, berbagi foto dan cerita. Justru bisa terus memantau anak-anak,” kata perempuan yang terjun di dunia pengacara infrastruktur ini.
Bedanya memimpin anak buah di perusahaan dengan menjadi seorang perempuan di dalam rumah tangga, menjadi seni tersendiri bagi Irawati.
“Di kantor memimpin harus penuh tenggang rasa dengan sistem komunikasi persuasif memimpin perusahaan. Namun saat di rumah positioning kita merasa dengan suaami itu partner saling mendukung. Tetap memahami kodrat bahwa hari ini masak apa belaanja membantu asisten rumah tangga di rumah,” jelasnya.
Sosok Kartini, kata Irawati, juga dapat ditularkan kepada generasi penerus bangsa untuk memiliki ketahanan pribadi dan ketahanan keluarga agar dapat menyaring budaya asing yang masuk.
"Bagaimana pun saat ini budaya sangat moderat, budaya asing masuk dasarnya harus kuat. Kepada anak-anak saat ini tanamkan moral dan agama, serta komunikasi oleh orangtua. Dengan begitu kita dapat menjadi penerus Kartini yang sukses di karir dan rumah tangga,” tandas Irawati.
(Awaludin)