Bayi Beruang Madu Tambah Koleksi Taman Safari Pasuruan

Arie Yoenianto, Jurnalis
Rabu 27 April 2016 18:10 WIB
Bayi Beruang Madu di Taman Safari Pasuruan (Foto: Arie/Koran Sindo)
Share :

PASURUAN - Lembaga Konservasi Eks Situ Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, berhasil mengembangbiakkan seekor satwa langka sun bear (helarctos malayanus).

Satwa langka asal Kalimantan yang biasa disebut dengan beruang madu ini merupakan kelahiran yang pertama di TSI II Prigen.

Bayi beruang madu dari indukan beranama Sally dan Paijo lahir pada 15 November 2015 dan diberi nama Santoso menambah koleksi satwa TSI Prigen menjadi tujuh ekor. Bayi jantan yang suka mengonsumsi madu itu lahir melalui persalinan normal setelah berada dalam masa kandungan selama 3,5 bulan.

Menurut tim dokter hewan TSI II Prigen, drh Ivan Candra, mengungkapkan induk betina diketahui mulai menunjukkan gelagat perkawinan pada Agustus 2015. Tim keeper yang memantau perkembangan induk betina memberikan informasi tentang perubahan perilakunya pada 14 November 2015.

"Induk Sally ini tidak mau masuk ke kandangnya. Tim keeper kemudian menyiapkan tempat yang tenang dan tidak terganggu selama proses persalinan. Pada 15 November, Sally melahirkan bayinya dengan normal," kata dr Ivan Candra, Rabu (27/4/2016).

Menurut Ivan, nama beruang madu yang akrab digunakan orang Indonesia diambil dari kebiasaannya yang gemar meminum madu, walaupun bukan satu-satunya makanannya. Ia berani menerobos sarang lebah untuk mendapatkan minuman kesukaan sang beruang.

"Beruang madu ini berani mengambil madu disarang lebah. Ia tidak memperdulikan ketika lebah-lebah tersebut menyerang dirinya," katanya.

Beruang madu saat ini mendekati kepunahannya, spesies beruang ini adalah spesies yang dilindungi dan merupakan satwa langka. Lembaga IUCN, organisasi internasional yang menetapkan standar daftar spesies berdasarkan penilaian konservasinya, menetapkan Sun Bear sebagai salah satu spesies yang masuk daftar Red Data List dengan status vulnerable atau rentan.

"Wisatawan yang datang ke TSI II Prigen sudah bisa menyaksikan Santoso di exhibit Beruang Madu yang ada di kawasan Asia saat berkeliling di lokasi Safari Adventure. Bayi Beruang Madu akan menyusu pada induknya selama 1,5 tahun," terangnya.

Seorang wisatawan asal Surabaya, Maudy, mengaku senang bisa melihat dari dekat tingkah pola bayi Beruang madu yang lucu ketika berkumpul dengan beruang lainnya. Menurutnya, pemandangan itu merupakan kesempatan langka didapatkan pengunjung dan pencinta satwa langka.

"Saya bersemangat saat mengetahui ada satwa langka yang lahir di TSI. Saya sangat senang bisa melihat dari dekat perilaku bayi beruang madu yang lucu," kata Maudy.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya