JAKARTA - Peta koalisi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta semakin terlihat. Salah satu yang menunjukkan peluang lebar untuk berkoalisi adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Peluang tersebut terbuka lantaran adanya kader potensial dari masing-partai untuk membawa kemenangan koalisi itu sendiri. Bila melihat PKS, tentu yang belakangan santer disebut sebagai calon yang layak diusung ketika berkoalisi dengan PDIP adalah Muhamad Idrus.
"Kelihatannya pasti lihat kader partai yang menang. Pemenang koalisi harus diunggulkan. Kalau dari PKS yang paling sounding atau santer disebut dan benar-benar layak ya Muhamad Idrus. Termasuk, dia juga bisa berpeluang besar,” ujar pengamat politik Siti Zuhro kepada wartawan, Jakarta, Jumat (13/5/2016).
Menurut Zuhro, politik itu cair dan dinamis sehingga setiap kemungkinan selalu bisa terjadi. Termasuk peluang koalisi antara PDIP dan PKS.
“Kalau melihat dinamika tidak ada hal absolut atau tidak mungkin. Mungkin saja, lihat kecendurangannya,” katanya.
Kendati PDIP hingga saat ini belum menentukan arah koalisi dengan PKS. Namun, Zuhro tak menampik peluang kedua partai tersebut bisa berkoalisi untuk memperebutkan kursi DKI 1.
“Saat ini belum terlihat pasti apakah PDIP pasti berkoalisi dengan PKS atau tidak. Belum terlihat pengusungannya dan penjajakannya. Walaupun ada fit and proper test, belum bisa baca pasti,” ujarnya.
Sementara itu, Muhamad Idrus mengatakan, bahwa niatnya mengikuti penjaringan sebagai salah satu calon Gubernur DKI ke PDIP merupakan bagian dari menjemput takdir. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mewujudkan Jakarta yang lebih keren.
“Terima kasih dan alhamdulillah saya akan terus bergerak untuk menjemput takdir agar bisa membangun wujudkan Jakarta lebih baik dan keren,” ujar bakal calon dengan jargon #JakartaKeren itu.
(Fahmi Firdaus )