AS dan China Berpotensi Merusak Persatuan ASEAN

Antara, Jurnalis
Sabtu 14 Mei 2016 10:59 WIB
Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia, Rizal Sukma
Share :

LONDON – Duta Besar RI untuk Inggris, Rizal Sukma, mengatakan perkembangan yang terjadi di kawan Asia Tenggara mempunyai potensi mempolarisasi hubungan antar negara ASEAN.

"Apabila ini terjadi, maka posisi ASEAN kemungkinkan akan termarjinalisasi" ujar Rizal dalam keynote lecture pada peresmian South East Asia Forum di London School of Economics and Political Science (LSE), di London, Jumat, 13 Mei 2016 waktu setempat yang dihadiri 100 orang lebih berasal perwakilan kedutaan asing di London, Kemlu Inggris, UK-ASEAN Business Council, peneliti, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya yang tertarik isu Asia Tenggara.

Lebih lanjut ia mengatakan apabila ASEAN terpolarisasi dan termarjinalisasi, maka akan sulit bagi ASEAN untuk mempertahankan sentralitasnya dalam menjaga tata kelola hubungan antar negara di kawasan.

Dalam sesi utama yang dipandu Profesor Danny Quah yang merupakan Direktur Saw Swee Hock South East Asia Centre, LSE, Rizal yang juga lulusan LSE, memberikan paparan mengenai perubahan kekuatan di Asia Tenggara, regional order, dan posisi Indonesia.

"Saya melihat tiga karakter utama yang berkembang di Asia Tenggara dalam konstelasi hubungan antar negara adalah semakin kuatnya pengaruh China, keberadaan Amerika Serikat (AS), dan persaingan antara RRT dan AS," ujarnya.

Menurut Dubes Rizal, China dengan kekuatan ekonominya sangat berpengaruh pada ekonomi negara-neagara ASEAN. China yang terus memperkuat militernya juga menunjukkan keinginan China dapat diakui sebagai negara dengan kekuatan global.

Di sisi lain AS, sudah sejak lama mempunyai pengaruh yang kuat di kawasan dan untuk mengimbangi berkembangnya pengaruh China, Trans Pacific Partnership (TPP) merupakan salah satu instrumen yang digunakan AS.

“Persaingan antara China dan AS di kawasan merupakan suatu emerging reality, karena keduanya ingin mempunyai akses seluas mungkin wilayah laut Indonesia," sambung Dubes Rizal.

Sebagai salah satu negara anggota ASEAN, Indonesia perlu memperkuat East Asia Summit sebagai forum yang mengakomodasi baik pendekatan realisme, normatif, dan institusional.

Forum tersebut menghadirkan negara-negara besar dan semua pihak yang berpengaruh di kawasan seperti AS, China, India, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru.

“Selain itu Indonesia akan terus menempatkan dirinya sebagai maritime fulcrum, tidak hanya untuk kepentingan nasionalnya namun juga untuk turut berkontribusi menjaga stabilitas kawasan," tandasnya.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya