ZAMBOANGA – Pihak kepolisian dan otoritas militer di Mindanao Barat mengatakan mereka tengah berusaha untuk memverifikasi kebenaran dari sebuah laporan yang menyebutkan adanya penahanan sandera asal Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf.
Juru bicara Komando wilayah Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan Jr yang dilansir Inquirer, Kamis (23/6/2016) mengatakan, berdasarkan laporan yang mereka terima, penculikan yang terjadi di perbatasan Indonesia dengan Filipina itu melibatkan pelaut Indonesia.
Sebelumnya dilaporkan kapal TB Charles milik perusahaan PT Rusianto Bersaudara yang berlayar dengan 13 orang awak kapal dibajak kelompok Abu Sayyaf dalam perjalanan kembali ke Samarinda setelah mengantarkan batu bara ke Filipina. Sebanyak tujuh dari 13 awak kapal tersebut kemudian dijadikan sandera dengan tuntutan tebusan senilai 20 juta ringgit atau sekira Rp66 miliar.
Berita ini datang dari salah seorang awak kapal yang menelefon istrinya mengabarkan bahwa mereka ditahan kelompok Abu Sayyaf.
Sampai berita ini diturunkan pihak berwenang di Indonesia juga masih berusaha memastikan kebenaran laporan tersebut.
(Rahman Asmardika)