RIYADH – Sekira dua juta umat Islam dari seluruh dunia akan memulai rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Pelaksanaan Ibadah Haji 2016 sendiri dibayang-bayangi oleh dua tragedi yang menimpa jamaah haji di Makkah dan Mina pada 2015.
Sedikitnya 2.464 orang jamaah haji tewas dalam Tragedi Mina. Beberapa jamaah haji yang baru tiba mengaku khawatir insiden serupa terulang pada 2016. Untuk itu, otoritas Arab Saudi menyebar lebih dari 27 ribu personel keamanan di Makkah dan Medina selama lima hari ke depan.
Direktur Departemen Ekspatriat Arab Saudi Muhammad al Anzi meminta para jamaah haji untuk bepergian sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya. Jika ada jamaah haji yang berusaha memasuki tempat-tempat suci tanpa izin, mereka akan disidang serta dihukum dalam jangka waktu 24 jam.
“Vonis penjara dan denda terhadap jamaah ilegal akan dikeluarkan dalam waktu 24 jam,” tegas al Anzi, seperti dimuat The Guardian, Jumat (9/9/2016).
Muhammad al Anzi menambahkan, vonis akan dikeluarkan oleh komite administrasi khusus yang ditempatkan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan menuju Makkah dan tempat suci lainnya. Mereka yang melanggar aturan tersebut akan langsung dikirim ke pusat tahanan sementara dalam waktu 48 jam. Seluruh vonis akan dianggap final sehingga tidak diizinkan untuk banding.
Jamaah haji juga akan diberikan gelang elektronik agar lebih mudah diawasi serta dikendalikan pergerakannya. Gelang tersebut juga akan berisi identitas personal dan informasi riwayat medis. Lebih dari 1.000 unit kamera pengawas akan disebar di sejumlah titik-titik vital.
(Wikanto Arungbudoyo)