WELLINGTON – Perdana Menteri Selandia Baru John Key memutuskan untuk meletakkan jabatan yang diembannya selama delapan tahun terakhir pada 12 Desember mendatang. Ia mengaku berat meninggalkan pekerjaan ini, namun menolak permintaan istri dan anaknya juga tak bisa.
“Ini adalah keputusan tersulit yang pernah saya buat. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Tapi saya kan tidak mungkin juga harus menjabat sampai empat periode,” ujarnya dalam konferensi pers di Wellington pukul 12.45 waktu setempat, seperti dilansir dari The Guardian, Senin (5/12/2016).
Menurut PM tersukses di Selandia Baru tersebut, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuknya mengundurkan diri. Rencana itu juga telah lebih dulu disampaikannya kepada jajaran kementerian yang bekerja di bawah pemerintahannya.
“Terkadang Anda harus membuat keputusan sulit untuk bisa menghasilkan keputusan yang benar. Saya pikir kebanyakan pemerintah gagal menjalani periode keempatnya karena mereka tidak ingin menanggalkan kekuasaan, setiap orang mengatakan, 'Saya sudah pernah melihat hal seperti ini sebelumnya’. Jadi saya rasa inilah saatnya untuk mendemonstrasikan pembaharuan kita,” tambahnya.
Key juga menjelaskan kalau keputusan ini sudah berdasarkan pada diskusi yang panjang dan matang. Dia terutama meminta pendapat dari istrinya, Bronagh Key. Meski begitu, dia membantah kalau istrinya yang menyuruh dia mundur.