LONDON – Warga London, Inggris, menggunakan media sosial mereka untuk menyampaikan pesan solidaritasnya pasca-serangan teror di Gedung Parlemen. Mereka menggunakan kalimat #WeAreNotAfraid sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan terorisme.
#WeAreNotAfraid My heart goes out to all the people who went out this morning thinking it was gonna be 'just another day' #PrayForLondon pic.twitter.com/6C9onQZAlg
— Nerea (@Fangiirl_22) March 22, 2017
(Twitter: @Fangiirl_2)
Sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (23/3/2017), kalimat tersebut saat ini menjadi trending di Twitter sebagai respons atas serangan teror di London yang menyebabkan lima orang tewas dengan 40 lainnya terluka.
Sejalan dengan pernyataan dari Wali Kota London Shadiq Khan, banyak warga di Ibu Kota Inggris tersebut menyatakan tidak takut dengan tindakan terorisme. Netizen London juga menyampaikan serangan yang terjadi pada Rabu 22 Maret 2017 itu tidak menghentikan aktivitas warga.
Thinking of those wounded and for the amazing response by emergency services in #Westminster #London #wearenotafraid pic.twitter.com/puy4tIN3td
— Gazz (@garyhunnam) March 22, 2017
(Twitter: @garyhunnam)
Anggota parlemen dari partai Konservatif, Will Quince, juga membenarkan kabar bahwa serangan teror di London tidak akan menghentikan aktivitas warga. Ia mengatakan, aktivitas di Gedung Parlemen akan berjalan normal pada Kamis 23 Maret seperti biasa.
“Setelah hari tragis di Westminster, demokrasi kita akan kembali berlanjut besok. Terorisme tidak akan menghentikan kita. #WeAreNotAfraid,” tulis Quince di akun Twitter-nya.
(Emirald Julio)