Macron dan Le Pen Melaju ke Putaran Kedua Pilpres Prancis

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 24 April 2017 06:22 WIB
Emmanuel Macron (ki) dan Marine Le Pen (ka) akan berhadapan dalam Pilpres tahap kedua pada 7 Mei 2017. (Foto: Reuters)
Share :

PARIS – Rakyat Prancis telah memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden (Pilpres) putaran pertama yang telah digelar pada Minggu, 23 April. Dari 11 orang kandidat yang maju dalam Pilpres tahap pertama, hanya dua kandidat yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya yang akan berlangsung bulan depan.

Proyeksi dari penghitungan awal menempatkan dua kandidat favorit, Pimpinan Partai En Marche! Emanuelle Macron dan tokoh ekstrem kanan Marine Le Pen sebagai dua calon presiden (Capres) yang akan melenggang ke tahap berikutnya. Kedua kandidat tersebut diprediksi mendapat dukungan lebih dari 20 persen suara, cukup jauh mengungguli kandidat lainnya.

Lembaga survei Harris memproyeksikan Macron mendapatkan 24 persen suara, unggul dari Le Pen yang diperkirakan mendulang 22 persen suara. Sementara lembaga survei lainnya, Elebe menempatkan perolehan suara Macron di 23,7 persen meninggalkan Le Pen yang diproyeksikan mendapat 22 persen suara.  

Dua kandidat kuat lainnya, Jean-Luc Melenchon dan Francois Fillon masing-masing diproyeksikan mendapatkan 20 persen suara yang otomatis mengeliminasi mereka dari persaingan di putaran kedua. Prediksi ini menggambarkan hasil jajak pendapat sebelum pemungutan suara yang selalu menempatkan Fillon dan Melenchon Le Pen dan Macron.

Pertarungan ronde kedua antara Macron dan Le Pen akan digelar pada 7 Mei 2017, dan pemenangnya akan menjadi presiden baru Prancis. Kedua kandidat memiliki pandangan yang berseberangan, terutama dalam sikap mereka terhadap Uni Eropa.

Meski pemungutan suara putaran pertama berlangsung ketat, banyak yang memprediksi Macron akan meraih kemenangan dengan mudah pada putaran kedua. Pasalnya, beberapa program Le Pen tidak populer di kalangan rakyat dan politikus Prancis.

Beberapa kandidat yang telah tersingkir dari persaingan telah meminta pendukung mereka dan rakyat Prancis untuk memberikan suara mereka ke salah satu kandidat. Benoit Hammon dan Francois Fillon telah meminta rakyat Prancis memberikan suara untuk Macron di putaran kedua.

Penyelenggaraan Pilpres putaran pertama ini ditutup dengan demonstrasi yang dilakukan kelompok demonstran yang menentang pelaksanaan pilpres. Unjuk rasa tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi “Malam Barikade” sehari sebelumnya yang melibatkan lebih dari 2.000 demonstran.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya