BOGOR - Marjan adalah salah seorang veteran yang kini sudah berusia 74 Tahun. Pada masa mudanya, yakni pada 1965 ia berjuang melawan Portugis untuk memerdekakan Timor-Timur (Timtim).
Kala itu Marjan tergabung dalam pasukan Brimob dalam perang yang dikenal sebagai Operasi Seroja. Total enam bulan ia mengikuti operasi militer tersebut.
“Kita berjuang ke sana, di sana itu orangnya kuat, Portugis. Timor-Timur kan (dikuasai) orang Portugis, tapi kita tetap gagal (waktu itu),” tuturnya kepada Okezone, Rabu (16/8/2017).
Hingga sekarang Marjan masih mengingat jelas serangan bertubi-tubi oleh pasukan Portugis kepada pasukan Indonesia. Targetnya adalah Prajurit Seroja yang hanya satu kompi atau sekira 100 orang saat itu.
Setelah perang usai dan usianya menua, Marjan terdaftar sebagai anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kota Bogor. Apa aja aktivitasnya kini?
Pagi hingga siang bertugas melayani keperluan veteran lain. Sedangkan saat malam, ia bekerja sebagai satpam di salah satu pool bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jalan Sukasari, Kota Bogor.
“Profesi (saya yang) lain ya Satpam. Satpam terbatas begitu, (tugasnya) enggak sampai pagi. Kita datang pukul 19.00 WIB, pukul 21.00 WIB pulang,” ucapnya.
Usianya kini menginjak 74 tahun, walau begitu ia masih semangat untuk tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Marjan mengaku sudah 15 tahun berprofesi sebagai satpam.
Menurutnya walaupun setiap bulan mendapat tunjangan veteran, tetapi itu masih kurang cukup untuk menyekolahkan dua anaknya.
"Iya walaupun sudah tidak muda lagi bapak mesti kerja. Soalnya dua anak bapak masih butuh biaya sekolah. Kalau dari tunjangan aja mana cukup kan," tuturnya.
Marjan sebenarnya punya lima anak, tiga lagi sudah menikah dan tinggal di rumah masing-masing. Sementara ia dan dua anaknya yang masih sekolah tinggal di Asrama Veteran, Lawang Gintung, Bogor.
"Anak saya tiga sudah kerja, cuma yaa.. enggak enak kalau minta (uang) ke mereka, mending ditabungin saja uangnya. Saya sih masih bisa mengolah dari uang tunjangan sama gaji satpam," ucapnya. (abp)
[Baca Juga: Cerita Veteran tentang Pesan Perang: Jangan Ambil Arloji dan Dompet Tentara Sekutu]