Polisi Syariat di Aceh Serukan Seluruh Karyawan Berpakaian Islami

Khalis Surry, Jurnalis
Kamis 15 Maret 2018 20:55 WIB
Petugas saat menutupi celana ketat warga di Aceh (foto: Waspada online)
Share :

BANDA ACEH - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh mengeluarkan seruan tentang pemakaian busana sopan atau bernuansa Islami yang sesuai dengan syariat Islam bagi seluruh karyawan di tempat usaha di Banda Aceh.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi, menyebutkan bahwa kepada seluruh pengusaha di ibukota Aceh itu agar memerintahkan seluruh karyawannya untuk dapat menjalankan aturan mengenakan pakaian sesuai syariat Islam. Selain kepada pengusaha, imbauan itu juga tertuju kepada instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, badan usaha dan instansi lainnya di wilayah Banda Aceh.

Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam, Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif membenarkan tentang imbauan pemakaian pakaian sesuai syariat islam itu. Kepada wartawan, dikatakan Evendi, surat itu menjelaskan tentang busana islami seperti pakaian yang menutup aurat, tidak tembus pandang dan atau memperlihatkan lekuk tubuh.

Seruan itu, katanya, semua tertuang dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam. Sebab itu, pihaknya mengharapkan seluruh pihak yang sebutkan dalam target surat itu untuk dapat mematuhi dengan baik.

“Semua imbauan itu merujuk pada qanun nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Kami mengharapkan agar semua pemilik usaha, karyawannya dapat menggunakan pakaian islami,” kata Evendi saat dihubungi, Kamis (15/3/2018).

Selama ini, kata Evendi, kerap sekali ditemukan para karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan swasta dan negeri, tidak menggunakan pakaian yang sesuai syariat Islam. Hal itu menjadi alasan dikeluarkannya imbauan tersebut. Katanya, untuk membenahi hal tersebut mereka mengeluarkan surat imbauan itu agar seluruh karyawan di tempat usaha yang ada di Banda Aceh berpakaian sesuai norma syariat Islam.

“Semoga mereka bisa menerima dan menghargai aturan ini," harapnya.

Sementara itu, untuk sanksinya pihak Satpol PP dan WH Banda Aceh mengakui belum mempersiapkannya. Namun, kata Evendi, yang terpenting para karyawan di perusahaan dan instansi pemerintahan menjalankan aturan syariat islam.

"Sementara untuk sanksi memang belum ada tetapi dengan adanya imbauan seperti ini mereka bisa ikut mematuhi dan menjalankan syariat Islam di Banda Aceh,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya