JAKARTA – Destinasi wisata Kota Tua, Jakarta Barat bukan hanya menawarkan pemandangan eksotik bangunan-bangunan zaman dulu peninggalan Belanda. Tapi di situ juga tesedia sepeda onthel warna-warni yang disewakan kepada para pengunjung.
Onthel yang disewakan itu berbeda dengan sepeda onthel milik pengojek yang mangkal di jalanan Kota Tua. Karena sasarannya wisatawan, onthel tersebut terlihat lebih ciamik dengan warna-warni cerah dan ada topi juga. Dia juga tak sebesar onthel yang diojekkan.
Jika mau naik onthel warna-warni, pengunjung cukup membayar Rp20 ribu untuk 30 menit. Kita bisa mengayuh sepeda sambil menikmati eksotisme Kota Tua.
Kota Tua memang selalu ramai dikunjungi, bukan saja warga lokal, tapi juga wisatawan domestik bahkan international. Serupa pengojek onthel yang makin ditinggal penumpang, para penyewa onthel warna-warni juga mengeluh sepinya orderan.
Muhlisin (70), seorang penyewa jasa sepeda onthel di Kota Tua mengaku pendapatannya kini kerap kali pas-pasan.
“Di sini mah cuma kelihatannya saja ramai, pasti orang banyak mengira kalau sewa sepeda di sini untung besar. Padahal mah enggak beda jauh sama nasib ojek onthel yang di luar sana, pas-pasan,” ujar dia kepada Okezone, Kamis 5 April lalu.
Penyewa sepeda warna-warni di Kota Tua (Chyntia/Okezone)
Penyewa sepeda di Kota Tua kini sudah tergabung dalam Paguyuban Onthel Wisata Kota Tua yang dikelola oleh Unit Pengelola Kota Tua, di bawah naungan Dinas Pariwisata Pemprov DKI Jakarta.
(Baca juga: Geliat Onthel di Era Milenial)
Karena tergabung dalam paguyuban, maka mereka diwajibkan ikut aturan. Salah satunya adalah penyewa dibatasi kepemilikan sepeda maksimal tiga unit saja.
“Satu penyewa maksimal itu tiga nyewain sepeda. Nanti tiap seminggu sekali kita mangkalnya dirolling, muter mengelilingi kawasan Kota Tua. Maksudnya ya biar adil gitu, semua merasakan di segala titik,” tuturnya.
Namun, tingginya persaingan pun diakui cukup menyulitkan Muhlisin untuk mendapat pundi-pundi rezeki. Dengan harga sewa sebesar Rp20 ribu per 30 menit, Muhlisin mengaku, dalam sehari ia rata-rata ia mengantongi tak lebih dari Rp150 ribu.
Warga naik onthel di Kota Tua (Dede/Okezone)
Pasalnya, para wisatawan yang datang ke Kota Tua tidak seluruhnya mau menyewa sepeda cantiknya. Tak sedikit wisatawan yang hanya meminjam sepeda itu untuk berfoto ria.
“Hari ini saja sudah mau pulang saya cuma laku tiga penumpang. Berarti baru ngantongin Rp60 ribu. Belum untuk makan, beli minum ongkos pulang. Ya, sudah habis untuk makan saja mau gimana lagi,” keluhnya.
Meski demikian, Muhlisin mengaku sangat bersyukur ia tidak dibebani biaya sewa dari pihak pengelola kawasan Kota Tua. Baginya, hal tersebut sudah jauh lebih dari cukup.
“Untungnya enggak ada pungutan sewa, Cuma ya kita harus tertib aja disini mengikuti aturan. Kalau ada sewa juga ya mau makan apa nanti,” tandasnya.
<div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNS8xLzExMDc2My8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>