ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menuntut Riyadh untuk membuktikan klaimnya yang menyatakan bahwa jurnalis Jamal Khashoggi yang hilang sejak pekan lalu telah meninggalkan Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Turki menduga Khashoggi, yang merupakan warga Arab Saudi, dibunuh setelah dia memasuki konsulat untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya.
Hilangnya Khashoggi, yang sebelumnya seorang editor surat kabar terkemuka di Arab Saudi dan seorang penasihat mantan kepala intelijen, telah memicu kekhawatiran global, terutama setelah sumber di Turki menduga dia dibunuh di dalam konsulat.
BACA JUGA: Wartawan Arab Saudi Hilang Secara Misterius di Turki
Khashoggi meninggalkan Arab Saudi tahun lalu karena takut akan pembalasan yang mungkin dia terima karena kritiknya terhadap kebijakan Arab Saudi dalam perang Yaman dan tindakan keras Riyadh terhadap oposisi. Berdasarkan keterangan tunangannya yang menunggu di depan konsulat, Khashoggi tidak pernah muncul lagi setelah memasuki gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul.
“Kami harus mendapatkan hasil dari penyelidikan ini sesegera mungkin. Para pejabat konsulat tidak dapat menyelamatkan diri mereka dengan hanya mengatakan 'dia telah pergi', ” kata Erdogan di tengah kunjungannya di Budapest, seperti dikutip Reuters, Selasa (9/10/2018).