JAKARTA - Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding turut berkomentar mengenai hasil survei LSI Deny JA, yang menempatkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 masih unggul pasca debat pertama.
Menurut Karding hasil survei LSI itu sudah tepat sesuai dengan fakta yang ada. Yakni Jokowi unggul jauh dibandingkan dalam konten dibandingkan dengan Prabowo dalam debat pertama.
(Baca Juga: Jokowi-Ma'ruf Unggul Debat Perdana Versi LSI, BPN: Prabowo-Sandi Lebih Baik)
“Ya kalau kita pake frame objectif debat, kemarin itu memang Pak Jokowi unggul dalam satu konten yang disampaikan,” tutur Karding kepada Okezone, Rabu (30/1/2019).
Karding menilia, saat debat ataupun menjawab pertanyaan lalu Prabowo dianggapnya sangat kabur dari tema yang sudah ditentukan dan hanya mengandalkan perkataan yang bombastis.
“Beliau (Prabowo) lebih banyak menyampaikan yang bombastis. Hal-hal bersifat jargon dan juga kadang2 tidak terkait dengan materi hukum ham dan korupsi serta terorisme,” ucap Politikus PKB ini.
Semetara, lanjut Karding, Jokowi didalam menyampaikan visi-misi ataupun menjawab pertanyaan sangat terstruktur dan jelas. Sehingga ia sangat meyakini memang pantas Jokowi-Ma’ruf unggul di debat pertama.
“Jadi menurut saya memang dalam banyak sisi seluruhnya pak Jokowi unggul,” tutur Karding.
(Baca Juga: LSI Sebut Debat Perdana Tak Terlalu Pengaruhi Elektabilitas Paslon)
Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengenai pasangan calon yang lebih unggul pada debat perdana Pilpres 2019. Hasilnya, 50 persen responden memilih pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 35,4 persen.
Keunggulan Jokowi-Ma'ruf itu terlihat dari enam dimensi, salah satunya dalam kemampuan komunikasi, yang membuat paslon nomor urut 01 itu memperoleh dukungan 39,4 persen. Sementara dari segi kemampuan komunikasi pada debat perdana kemarin, Prabowo-Sandi memperoleh 33,7 persen.
(Fiddy Anggriawan )