JAKARTA - Melonjaknya jumlah dari penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2019 turut menjadi perhatian bagi Rescue Perindo yang kerap menggelar pengasapan (fogging). Rescue Perindo berkomitmen untuk meningkatkan intensitas fogging di tengah masyarakat demi membasmi jentik nyamuk.
Ketua Rescue Perindo, Adin Denny menyebut, mesin fogging jumlahnya sudah ditambah demi memaksimalkan kegiatan mereka dalam memberantas jentik nyamuk di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Penambahan mesin ada, jadi mesin itu kebetulan Pak Hary Tanoesoedibjo juga sudah menjanjikan bahwa musim DBD ini akan memberikan mesin tambahan,” kata Adin kepada Okezone belum lama ini.
Selain itu, Tim Rescue Perindo juga akan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai hal-hal kecil yang kerap dilupakan dalam upaya membasmi jentik nyamuk, seperti membersihkan tempat penampungan air dan kebersihan di sekitar tempat tinggal.
"Kita cuma bisa memberikan edukasi. Karena mereka suka lalai pada hal-hal yang kecil. Contoh mereka ada burung, dalam kandang burung enggak dibersihkan tuh airnya, berkembang biaknya di situ,” ujar dia.
"Kemudian di bak mandi itu kadang-kadang banyak jentik nyamuk, itu seharusnya dikasih obat abate. Terus sampah, kadang-kadang kita mau buang gelas plastik saja, ada airnya, nah nyamuk berkembang biak di situ. Makanya plastik bekas minuman. Jadi, lebih bagus dikubur atau dibakar,” tuturnya.
Rencananya, Tim Rescue Perindo akan memberikan pemaparan edukasi kepada masyarakat terkait upaya-upaya memerangi jentik nyamuk sebelum atau sesudah dilakukan fogging.
“Kita bisa menyampaikan sebelum atau selesai fogging kepada masyarakat. Jadi masyarakat mesti diedukasi supaya tidak terjangkit nyamuk,” ucap Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat 7 ini.
(Rizka Diputra)