JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Erick Thohir mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat mempunyai tanah, sehingga lahan yang ada di negara ini tidak hanya dikuasai oleh segelintir konglomerat saja.
Hal tersebut dikatakan Erick menanggapi keberadaan lahan milik Prabowo yang disinggung Jokowi dalam debat capres putaran kedua beberapa waktu lalu.
"Beliau menginginkan tadi, tanah-tanah ini dimiliki juga oleh rakyat. Tidak konglomerasi ataupun misalnya Erick Tohir, gitu kan," ucap Erick di sela media visit ke MNC Group di Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2019).
(Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pembuat Hoaks Adalah Pihak Ketiga yang Ingin Mengadu Domba)
Bos Mahaka Group ini menuturkan, dalam hal lahan atau tanah, Jokowi menginginkan adanya distribusi aset kepada rakyat agar nantinya mereka bisa menggunakannya untuk usaha atau hal lain sebagainya.
"Nah, hal-hal ini yang istilahnya populis itu, menjaga kesenjangan sosial agar jangan terus meningkat. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, enggak bisa," tutur Erick.
Dalam debat capres ronde kedua kemarin, Jokowi menyindir kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare dan di Aceh 120 ribu hektare.
Prabowo pun mengakui memiliki lahan tersebut. Namun, ia menegaskan status kepemilikan tanahnya adalah hak guna usaha (HGU). Jika negara membutuhkannya, Probowo pun bisa mengembalikannya.
(Angkasa Yudhistira)