Mengisi Ramadan dengan Berwisata Religi ke Masjid Tua & Bersejarah di Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 18 Mei 2019 11:31 WIB
Masjid Agung Al-Barkah di Bekasi (Foto: Wijayakusuma/Okezone)
Share :

RAMADAN menjadi bulan paling dinanti umat Islam di seluruh dunia. Selain berpuasa, momen Ramadan juga melatih seorang muslim untuk selalu menebar kebaikan demi mengumpulkan pahala. Oleh sebab itu, bulan Ramadan sejatinya diisi dengan berbagai kegiatan positif dan tentunya bermanfaat bagi sesama.

Adapun kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan pahala di antaranya, membagikan takjil, makanan santap sahur, menyantuni kaum dhuafa dan yatim piatu, maupun berwisata religi yang kini tengah digandrungi masyarakat Ibu Kota.

Ada sejumlah daerah yang memiliki lokasi wisata religi berbasis masjid yang bisa dikunjungi. Salah satunya Kota Bekasi, Jawa Barat dengan Masjid Agung Al-Barkah yang berdiri megah di alun-alun kota. Masjid yang masuk kategori tertua di Bekasi (berdiri tahun 1890-red) ini menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus menjadikannya sebagai ikon Kota Bekasi.

Pengunjung Masjid Al-Barkah terbilang cukup banyak, terutama di bulan Ramadan. Jamaah baik yang berasal dari warga sekitar maupun luar daerah, mengaku sangat menikmati beribadah di masjid yang mengandung sejarah perjuangan umat muslim pada masa penjajahan Jepang itu.

"Iya mau ibadah, apalagi ini kan bulan Ramadan. Ibadah di sini nyaman, sejuk, apalagi kalau tarawih malam imamnya imam hafiz, terus satu malam 1 juz. Jadi, satu Ramadan itu kita khatam Quran 30 juz," kata salah satu pengunjung masjid, Wawan, saat ditemui Okezone belum lama ini.

Wawan yang merupakan warga sekitar, kerap menghabiskan waktu beribadah di masjid yang memiliki luas 7.318 meter persegi itu. Rutinitas ini dilakukannya bersama warga lain yang juga tinggal tidak jauh dari lokasi masjid. Namun tak jarang pula warga dari luar daerah yang ikut berkunjung ke masjid saat Ramadan seperti ini.

"Biasanya 10 malam terakhir Ramadan itu banyak jamaah dari mana-mana yang ikut ke sini. Mungkin karena suasananya enak dan sejuk, bangunannya bagus dan artistik, terus imam-imamnya juga imam hafiz. Jadi, mereka banyak yang datang ke sini," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Agung Al-Barkah, Saiful Bahri menyambut baik keinginan masyarakat berwisata religi di sebuah masjid. Dalam hal ini pihaknya menyikapi dengan mengadakan kegiatan yang bisa menarik pengunjung untuk datang.

"Letak daripada masjid ini di pusat alun-alun Kota Bekasi, jadi dominan kepada pengunjung-pengunjung. Sehingga tidak ada salahnya dan tentunya kita manfaatkan mulai dari kegiatan yang membuat jamaah itu tertarik untuk berkunjung ke masjid," ujar Saiful.

"Ini dalam rangka syiar sekaligus menyemarakkan dan mengajak kepada seluruh kaum muslimin muslimah khususnya warga Kota Bekasi, untuk sama-sama mau memakmurkan masjid khususnya Al-Barkah Kota Bekasi," kata dia.

 

Menurut Saiful, banyak manfaat dari menjalani sebuah ritual wisata religi. Selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga bisa menambah pengetahuan ilmu agama seseorang.

"Silaturahim juga semakin banyak dan membuat kita semakin mengenal satu dengan yang lain. Dengan demikian ukhuwah islamiah lebih terawat dan terjaga," ujarnya.

Saiful menjelaskan, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan esensi sebuah masjid yang menjadi lokasi wisata religi. Terutamanya adalah transparansi baik dari segi keuangan, pengelolaan manajemen dan leadership, serta pendekatan kepada jamaah.

"Karena bagaimanapun jamaah itu adalah aset masjid yang tentunya harus kita pelihara dan berikan kenyamanan senyaman mungkin, sehingga jamaah merasa betah di dalam masjid," imbuhnya.

 

Saiful berharap lokasi wisata religi berbasis masjid di Indonesia bisa semakin berkembang ke depannya, dan menarik lebih banyak pengunjung baik dari dalam maupun mancanegara. Salah satu cara yang bisa dilakukan, yakni dengan menyusupi kegiatan-kegiatan sosial di dalam masjid untuk menggugah empati pengunjung.

"Selain daripada kegiatan-kegiatan yang sifatnya religi, bisa dimasukkan kegiatan yang bersifat sosial. Termasuk banyak sekarang masjid-masjid yang setiap Jumat memberikan makanan gratis. Ini kan upaya yang sangat bagus dan juga mendorong orang untuk mau berinfaq dan sedekah melalui makanan," tuturnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya