Kampung Glodok, Pusat Bisnis Bekas Pembantaian Massal Warga Tionghoa

, Jurnalis
Jum'at 14 Juni 2019 15:16 WIB
Salah satu gedung bekas Apotek Merah yang kini jadi pusat Kuliner di Glodok (Foto: Okezone)
Share :

Bahkan, Kali Angke yang berdekatan dengan kawasan Glodok disebut menjadi saksi sejarah pembantaian tersebut. Konon, nama Kali Angke diambil dari bahasa Mandarin yang berarti Kali Merah, karena pada saat itu, Kali Angke berubah warna menjadi merah karena banyaknya pertumpahan darah.

(Baca Juga: Pangeran Pecah Kulit si Orang Belanda Pendukung Indonesia)

Keributan antara warga asli dengan etnis Tionghoa dimulai saat sekira 80 ribu warga keturunan mencari peruntungan di Batavia. Banyak di antara mereka yang bekerja di pabrik-pabrik gula yang masa itu merupakan penghasilan bidang perkebunan terbesar di Jakarta. Hal tersebut disinyalir menjadi biang keladi pertengkaran warga etnis Tionghoa dengan warga pribumi.

Kini, kawasan Glodok disulap oleh warga sekitar menjadi pusat bisnis dan mempelopori sistem rumah toko (ruko) yang kini diadaptasi oleh banyak warga di seluruh Indonesia. Para warga dahulu menjajakan barang di lantai bawah, sedangkan mereka tinggal di lantai atas.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya