Pengamat: Gerindra Alami "Turbulensi" Politik & Rugi Besar jika Masuk Kabinet

, Jurnalis
Jum'at 02 Agustus 2019 08:39 WIB
Logo Partai Gerindra (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona mengibaratkan jika Partai Gerindra bakal mengalami "turbulensi" politik yang hebat di kemudian hari jika masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Jika Gerindra masuk ke dalam pemerintahan, maka mereka akan mengalami 'turbulensi' politik yang hebat di kemudian hari, karena akan ditinggalkan pendukung," kata Mikhael Raja Muda Bataona, mengutip dari laman Antaranews, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kemungkinan Gerindra masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, dan untung ruginya bagi Gerindra pada pemilu mendatang.

Akan rugi besar lanjut Mikhael, seandainya Gerindra masuk dalam koalisi yang mendukung pemerintahan, dan berada dalam kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Menurut saya, rugi besar jika Gerindra masuk kabinet, karena di akar rumput mereka akan langsung dibenci oleh para pemilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu," katanya.

Dirinya memprediksi bahwa Gerindra sudah membuat kalkulasi bahwa mereka akan rugi besar jika masuk kabinet secara terburu-buru, hanya karena Jokowi dan Prabowo sudah melakukan rekonsiliasi.

Selain itu juga karena Prabowo sudah bertemu dengan Megawati, yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, partai pengusung utama Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

"Jadi, rugi besar jika Gerindra masuk kabinet. Gerindra akan lebih untung jika berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi, sehingga tetap dicintai oleh pemilih militan pada Pemilu 2019 lalu," tuturnya.

Hal ini, menurut dia, menjadi alasan paling kuat mengapa Gerindra harus berada di luar kekuasaan untuk saat ini. Jika Gerindra langsung masuk ke dalam pemerintahan kata Mikhael, ke depan citra partai akan buruk ketika pengikut yang kecewa dengan sikap partai ini, sehingga tidak lagi mendukung Prabowo dan Gerindra.

"Dari aspek kalkulasi politis dan investasi persepsi publik demi merawat massa, akan lebih untung kalau Gerindra berada di luar pemerintahan," sebutnya.

"Pemilih Prabowo sangat militan. Itu bonus dan modal besar jika Prabowo maju lagi di Pilpres 2024, dan demi memenangkan para calon dari Gerindra pada Pilkada 2020," kata dia menandaskan.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya