Pusat Iklim Dunia, 9 Negara "Turun Gunung" ke Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis
Jum'at 02 Agustus 2019 12:10 WIB
Foto Ilustrasi shutterstock
Share :

Awan Hujan Menyebar ke Seluruh Dunia

 

 

Pembentukan awan hujan di Bengkulu memiliki keanehan pada Madden Julian Oscillation (MJO). Di mana MJO merupakan salah satu osilasi atmosfer dominan di kawasan ekuator. Fenomena ini berupa gelombang atmosfer yang berosilasi secara perlahan antara 30 hingga 60 hari.

Pergerakan massa udara pada MJO mengikuti sirkulasi skala besar di ekuator ke arah timur Samudera Hindia hingga Pasifik Tengah. Selain itu, di daerah ini adanya pengaruh Cold Surge (Seruakan Dingin) atau aliran udara dingin dari daratan. Cold Surge di definisikan sebagai gelombang dingin Asia.

 

Daerah Bengkulu juga memiliki angin Muson yang selalu berganti arah setiap setengah tahun mengikuti letak matahari. Angin muson tersebut terbagi dua.

Yakni, Muson barat yang bergerak pada bulan Oktober hingga April dari arah Asia menuju Australia. Lalu, Muson Timur yang bergerak pada bulan April hingga Oktober dari arah Australia menuju Asia.

Tidak hanya itu, di daerah ini juga adanya keanehan Wind Rose atau mawar angin atau cakra angin yang merupakan sebuah metode penggambaran informasi mengenai kecepatan dan arah angin pada suatu lokasi tertentu. Adanya keanehan tersebut membuat sembilan negara meneliti di daerah Bengkulu.

''Di Bengkulu, ada keanehan dari MJO hingga wind Rose. Sehingga sembilan negara melakukan penelitian di Bengkulu. Baik di daerah pegunungan maupun di daerah lautan,'' jelas Warjono.

''Bengkulu adalah daerah yang pertama kali dilewati MJO ketika masuk ke Indonesia. Angin di Bengkulu selalu dari arah barat baik musim timur maupun musim barat,'' sampai Warjono.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya