JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menceritakan kesannya selama tiga tahun jadi Menteri Sosial (Mensos) di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sebagai pembantu Presiden, Khofifah mengaku sering mendapatkan penugasan malam-malam dari Jokowi.
"Banyak kesannya, kita sering dapat penugasan tengah malam dan beberapa teman di Kemensos boleh ditanya, tim tertentu saya selalu minta siapkan baju untuk lima sampai tujuh hari, sehingga ketika ada penugasan langsung mereka siap jalan," katanya usai menerima penghargaan Sang Pemimpin dari Okezone.com di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019) malam.
Khofifah selama tiga tahun jadi Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla sebelum mengundurkan diri untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2019 berpasangan dengan Emil Dardak. Pasangan Khofifah-Emil akhirnya menang, mengantarkannya jadi pemimpin Jawa Timur.
Khofifah menuturkan, Jokowi memberikan keleluasaan bagi para menterinya untuk berinovasi. Namun ada hal yang paling ditekankan oleh Jokowi yakni percepatan layanan terhadap masyarakat.
"Jadi pak Jokowi memberikan kita semua melakukan inovasi, tapi bahwa target untuk percepatan layanan memang selalu beliau tekankan quick respon," ungkapnya.
Khofifah juga bangga dengan adanya program financial inclusion atau keuangan inklusif bagi keluarga pra sejahtera saat menjabat sebagai menteri. Adanya financial inclusion itu membuat masyarakat menengah ke bawah semuanya terhubung untuk bisa mendapat bantuan pangan non tunai.
"Saya rasa ini inovasi yang mudah-mudahan memberikan manfaat besar bagaimana kita melakukan financial inclusion dari keluarga pra sejahtera, (mereka) tidak mengenal ATM lalu mereka punya e-wallet, mereka menjadi sederajat dengan kalangan high class society," ungkapnya.
"Artinya bagaimana itu menjadikan mereka punya percaya diri tinggi financial inclusion itu sesuatu banget," tukasnya.
(Salman Mardira)