JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin penghambat datangnya investasi ke Tanah Air segera dipangkas. Hal itu disampaikannya dalam rapat terbakar (ratas) dengan topik 'Percepatan Kemudahan Berusaha' di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019).
"Kita butuh sebuah reformasi struktural membutuhkan deregulasi, debirokratisasi sehingga kemudahan berusaha betul-betul bisa kita potong. Kita sederhanakan dan saya ingin para menteri mempelajari masalah-masalah yang ada secara detail di mana poin-poin kelemahan serta titik yang menjadi penghambat dari kemudahan berusaha ini," kata Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Ingin Industri Tekstil Dongkrak Jumlah Ekspor
Kepala Negara ingin Indonesia bisa naik peringkat sebagai negara yang paling mudah dalam kemudahan berusaha diurutan 40 atau 50 besar dunia.
"Kita lima tahun yang lalu peringkat Indonesia adalah di 120 kemudian bisa melompat kita melopat di 72 di 2018, tapi stagnan dan justru turun tipis di 2019 menjadi 73," imbuhnya.
Jokowi meminta Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengawal langkah-langkah dalam pemangkasan birokrasi, hingga reformasi birokasi.
"Di semua titik-titik karena itu agar betul-betul semuanya terdeliver dengan baik. Seperti juga sering saya sampaikan reformasi pelayanan perizinan yang cepat, yang terintegrasi dari pusat sampai ke provinsi sampai kabupaten harus menjadi sebuah desain sehingga bener-bener kita bisa melihat bisa mengontrol," ujarnya.
"Bisa mengawasi proses-proses yang ada dimana berhentinya, di mana ruwetnya. Semua bisa kita kontrol dan kita awasi," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Panggil Perwira TNI-Polri yang Akan Naik Pangkat ke Istana
(Arief Setyadi )