MEXICO CITY - Kementerian luar negeri Meksiko telah memanggil duta besar negaranya terkait sebuah video yang diduga memperlihatkan pria itu melakukan aksi pengutilan di salah satu toko buku paling terkenal di Buenos Aires.
Insiden itu dikatakan terjadi pada akhir Oktober di Toko Buku El Ateneo di Ibu Kota Argentina. Oscar Ricardo Valero Recio Becerra, atau seseorang yang mirip dengannya, terlihat mengambil buku dari rak dan menyembunyikannya di dalam koran yang dibawanya.
Pria yang diduga sebagai diplomat berusia 76 tahun itu tertangkap basah setelah alarm toko berbunyi saat ia meninggalkan toko. Dia dihentikan oleh penjaga toko dan dibawa masuk kembali, di mana buku yang belum dibayar ditemukan.
Ternyata buku yang diambil adalah biografi petualang cinta dan playboy Italia abad ke-18 Giacomo Casanova, yang ditulis oleh Guy Chaussinand-Nogaret. Buku itu tampaknya memiliki harga kurang dari USD10 (sekira Rp140 ribu).
El canciller mexicano Marcelo Ebrard ordenó que el embajador del país azteca en Argentina regresara a México tras divulgarse una grabación en la que supuestamente sustrae un ejemplar de una librería. pic.twitter.com/JW1gvq9Y0M
— RT en Español (@ActualidadRT) December 9, 2019
Insiden itu baru diketahui publik setelah dilaporkan pada Minggu oleh situs berita Infobae, yang mengutip dokumen pengadilan. Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard pada hari yang sama mengumumkan bahwa Valero telah dipanggil, dengan mengatakan akan “tidak ada toleransi terhadap ketidakjujuran" dalam pelayanannya.
Diplomat itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya ke komite etika di Meksiko, yang harus menentukan apakah ia bersalah atas tuduhan tersebut, demikian diwartakan RT.
Masa jabatan Valero sebagai perwakilan utama negara asalnya di Argentina berakhir hanya beberapa bulan setelah ia menyerahkan mandatnya kepada Presiden Argentina Mauricio Macri. Dia adalah diplomat karier, yang telah berada di dinas luar negeri Meksiko sejak 1970-an, dan menduduki beberapa posisi berpangkat tinggi, termasuk wakil menteri luar negeri.
Menurut Infobae, Valero pernah mengalami beberapa kontroversi sebelumnya, termasuk satu waktu di tahun 1980-an ketika ia terpaksa mengundurkan diri sebagai duta besar Meksiko untuk Grup Contadora, sebuah badan regional berkumpul untuk mengatasi konflik militer di Amerika Tengah.
Saat itu Valero dilaporkan membayar untuk mengkritik Elliot Abrams, seorang pengkritik Amerika Latin yang terkenal di beberapa pemerintahan Amerika Serikat (AS). Namun, dia kemudian melanjutkan pekerjaan diplomatik pada 2001. Penunjukannya untuk bertugas Argentina tahun ini menemukannya sebagai seorang peneliti ilmu akademis dan ilmu politik di Universitas Otonomi Nasional Meksiko.
(Rahman Asmardika)