MANILA - Jumlah korban tewas akibat topan yang menghantam Filipina meningkat menjadi 28 orang.
Topan Phanfone menghantam Filipina pada Selasa 24 Desember, menyebabkan banjir dan menghancurkan rumah-rumah di beberapa provinsi.
Laporan BBC mengutip Dewan Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina, 12 orang masih hilang.
Topan memaksa lebih 58.000 ribu orang divakuasi selama periode liburan Natal.
Para pejabat mengatakan beberapa orang yang tewas terkena pohon, sementara yang lain tersengat listrik atau tenggelam.
"Kemungkinannya jumlah korban [tewas] akan terus bertambah," kata juru bicara Badan Bencana Filipina, Mark Timbal kepada kantor berita AFP.
Topan Phanfone, yang dikenal dalam istilah setempat dengan sebutan Topan Ursula, menghantam banyak pulau di Filipina tengah hingga 25 Desember.
Pulau Boracay, yang jadi tujuan wisata juga terdampak akibat topan. Rumah-rumah hancur dan akses komunikasi dan internet terputus.
"Jalur komunikasi terputus. Listrik juga," ujar Jonathan Pablito, seorang kepala polisi di provinsi Alkan, pulau tetangga Boracay, mengatakan kepada kantor berita AFP.
Kekuatan topan Phanfone dilaporkan telah berkurang pada Kamis 26 Desember dan telah menuju Laut China Selatan.
(Rahman Asmardika)