MANADO - Raut kekhawatiran Warga Manado akan hadirnya turis China di daerah mereka jelas tergambar.
Hal tersebut seiring dengan merebaknya virus Korona dari negeri Tirai Bambu itu. Meski belum ada laporan ataupun deteksi adanya kasus pneumonia berat dengan penyebab virus korona di Sulawesi Utara (Sulut), namun warga tetap saja khawatir.
Angel (25), warga Karombasan, Manado, Sulut mengaku virus tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran baginya. Bahkan saking takutnya, saat berpapasan di jalan dengan turis China, dia lebih memilih untuk menghindar
"Saya khawatir kalau bertemu mereka (turis China). Kalau ketemu mereka di jalan saya lebih memilih putar balik," kata Angel kepada Okezone, Senin (27/1/2020).
Ketakutan Angel bukan kepada turisnya, tapi terhadap virus Korona yang dia dengar begitu mematikan dan sudah banyak menelan korban jiwa itu
"Tiba-tiba meninggal, itu yang saya takut. Apalagi di Manado banyak turis China," ujar Angel.
Baca Juga: 7 Penumpang Pesawat ke Manado Diduga Kena Virus Korona
Bukan hanya Angel, linimasa Facebook juga dibanjiri dengan berbagai tanggapan dari netizen di Manado yang meminta agar menghentikan sementara kedatangan turis China sampai teror virus korona ini berakhir.
Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto saat berkunjung ke Manado mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Hal tersebut karena turis China yang datang ke Indonesia sudah dijamin kesehatannya terlebih dahulu sebelum diizinkan untuk masuk ke Indonesia.
"Terbukti ada tujuh orang yang belum dijamin kesehatannya pun langsung terkontak dengan kita. Tidak akan diizinkan kalau ada tanda-tanda sakit oleh negara China itu tidak akan diijinkan," jelasnya.
"Tujuh orang yang datang ke sini itu (Manado) begitu dia lewat tidak mau diperiksa kesehatannya langsung kita cek. Langsung pesawatnya pun kita tahan, langsung dicek 7 turis yang datang itu langsung kita declare dengan baik, itu artinya setiap negara itu punya tanggung jawab yang besar untuk tidak merugikan negara lain," jelas Menkes Terawan.
Menkes Terawan juga mengingatkan bahwa Indonesia dan China memiliki hubungan baik dalam banyak kerjasama internasional. Hadirnya virus Korona, menurutnya, jangan sampai melunturkan kerjasama yang sudah dibangun lama tersebut.
"Kalau melakukan sesuatu penutupan dan sebagainya kita harus berkoordinasi penuh dengan WHO, bagaimana kondisi WHO," ungkapnya.
"Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang berlebihan terhadap suatu keadaan yang akan merugikan bangsa dan negara kita sendiri, di situlah pentingnya saya harus memberikan pemberitahuan, dan informasi, kepada seluruh masyarakat," pungkasnya
(Khafid Mardiyansyah)