Dalam penanganannya pun tim dokter menyiapkan langkah khusus mulai ambulans khusus, proses evakuasi yang menggunakan jalur khusus, tidak melalui jalan koridor rumah sakit, hingga Alat Pelindung Diri (APD) khusus.
"Kita sudah siapkan jalur khusus mulai ambulans saat memasuki IGD (Instalasi Gawat Darurat), langsung menuju ruangan isolasinya, tidak melalui jalur koridor rumah sakit seperti pasien lainnya. Pakaiannya pun khusus, pakai APD, lengkap mulai helm sampai baju khusus," tambah Yani Jane Sugiri, Kepala Divisi Inveksi Paru, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSSA.
Baca Juga : China Kembali Bangun Rumah Sakit Kedua Mampu Tampung 1.300 Pasien Korona
Meski telah menyiapkan ruangan khusus, pihak RSSA akan menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk pemeriksaan apakah seseorang tersebut dinyatakan positif atau tidak.
"Dari pasien terduga kita langsung isolasi dulu sambil menunggu hasilnya yang biasanya keluar dua sampai tiga hari dari BBLK Surabaya. Dan yang berwenang menentukan positif atau tidak itu dari direktur setelah menerima hasilnya dari BBLK," pungkas Rezki kembali.
(Angkasa Yudhistira)