MANADO – Warga yang diduga terpapar virus korona atau Covid-19 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, kembali bertambah. Sebelumnya ada pria berusia 46 tahun asal Kota Bitung dalam pengawasan, kini bertambah seorang wanita berusia 61 tahun asal Kota Kotamobagu yang juga diduga terjangkit virus korona.
Pasien tersebut sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Kotamobagu, kemudian dirujuk ke RSUP Profesor Kandouw Malalayang.
Baca juga: Pria Asal Bitung Diisolasi Diduga Terpapar Virus Korona
"Tadi malam sekitar pukul setengah 11 ada satu pasien baru untuk isolasi, rujukan dari rumah sakit di Kotamobagu," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Profesor Kandou Manado, Dokter Hanry Takasenseran, Kamis (5/3/2020).
Pasien perempuan itu dirujuk karena ada keluhan panas, batuk, dan sesak napas serta mempunyai riwayat perjalanan ke negara atau daerah yang terjangkit virus korona pada minggu lalu.
"Pasien tersebut baru pulang dari umrah, seminggu yang lalu sudah balik ke Indonesia, dan pulang kampung mulai muncul keluhan panas batuk dan sesak. Dari rumah sakit di Kotamobagu merujuk ke RSUP Profesor Kandouw untuk dirawat di ruang isolasi," jelas Takasenseran.
Ia menerangkan, jadi saat ini ada dua pasien yang dirawat di Ruang Isolasi RSUP Profesor Kandouw Manado. Semua pasien statusnya pasien dalam pengawasan virus korona atau Covid-19.
Sampel untuk pasien dari Kota Bitung tinggal menunggu konfirmasi hasilnya. Sedangkan sampel pasien dari Kota Kotamobagu baru dikirim hari ini ke Bapelitbangkes Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Dua Pasien di Rumah Sakit Balikpapan Dinyatakan Negatif Virus Korona
Ia menuturkan, kepada masyarakat yang mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri dan sudah banyak negara terdampak virus korona, diimbau mematuhi aturan yang berlaku ketika kembali ke Indonesia.
"Patuhilah aturan di bandara atau di pelabuhan-pelabuhan. Ada petugas KKP yang melaksakan kegiatan untuk memantau orang masuk dari sisi kesehatan. Selain pemeriksaan suhu badan, ada juga daftar isian. Ada kartu Health Alert Card (HAC), diisi dengan jujur, disampaikan, tidak usah takut, senantiasa menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari penyakit, dan ketika sudah ada keluhan langsung disampaikan ke fasilitas kesehatan sebagai wujud kesiap siagaan dan kewaspadaan kita bersama. Perlu kerja sama dari semua masyarakat," pungkasnya.
(Hantoro)